BMKG: Waspadai banjir pesisir dampak ombak tinggi dan pasang maksimum

BMKG: Waspadai banjir pesisir dampak ombak tinggi dan pasang maksimum

Sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi agar terhindar dari banjir rob yang merendam permukiman mereka di Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Senin (1/6/2020). Berbagai upaya dilakukan warga setempat untuk dapat beraktifitas di tengah ancaman pasang air laut yang merendam permukiman mereka ketika musim air pasang laut tinggi (rob) tiba. Warga berharap pemerintah segera menangani permasalahan rob yang kini telah mencapai jalur utama Pantura Demak. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.

Perlu waspada saat fase pasang maksimum khususnya Pantura bisa berpotensi banjir pesisir
Jakarta (ANTARA) - BMKG menyatakan gelombang atau ombak 4 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan, salah satunya Pantai Utara Jawa (Pantura) pada 26-29 Januari 2021 bersamaan fase pasang maksimum sehingga perlu diwaspadai potensi banjir pesisir di wilayah itu.

"Perlu waspada saat fase pasang maksimum khususnya untuk Pantura bisa berpotensi banjir pesisir," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, Selasa.

Gelombang dengan ketinggian yang sama juga berpeluang terjadi di Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Sumba, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga selatan NTT.

Baca juga: Banjir pesisir Manado disebabkan gelombang tinggi dan pasang air laut

Serta di Selat Sunda bagian barat dan selatan, Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Laut Bali-Sumbawa, Selat Alas-Lombok bagian utara, perairan utara Sumba hingga Flores, Laut Flores, Selat Makassar, Perairan Kepulauan Selayar, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata- Leti, Perairan Kepulauan Babar-Babar-Tanimbar, Perairan Kepulauan Kai-Aru dan Laut Arafuru.

Sedangkan tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan utara Sabang, Perairan barat Pulau Simeulue-Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano-Bengkulu, Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Teluk Lampung bagian selatan, Laut Natuna, Perairan utara Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna juga di Perairan Kepulauan Subi-Serasan.

Selain itu, tinggi gelombang yang sama juga berpeluang terjadi di Perairan Singkawang-Sambas bagian utara, Perairan Kepulauan Bintan, Perairan Kepulauan Lingga, Perairan Kotabaru, Perairan Sulawesi Selatan bagian barat,, Perairan utara Jawa Barat, Perairan barat Sulawesi Selatan, dan Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan.

Baca juga: BNPB: Sejumlah wilayah di Jawa terendam rob

Begitu pula dengan Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Perairan Kupang-Pulau Rote, Samudra Hindia selatan Kupang-Pulau Rote, Perairan Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Perairan Bitung-Likupang, perairan timur Kepulauan Sitaro, perairan utara Kepulauan Sula, serta Laut Maluku dan Laut Halmahera berpeluang terjadi gelombang setinggi 1,25 - 2,5 meter.

Kemudian di perairan utara dan timur Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua, perairan selatan Fakfak-Kaimana, perairan Amamapre-Agats bagian barat dan perairan barat Pulau Yos Sudarso.

Baca juga: BMKG imbau warga pesisir utara Jawa waspada air pasang

BMKG mencatat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari Utara-Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat-Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores,
Laut Natuna Utara, Laut Banda, Perairan Babar-Tanimbar, Perairan Kai-Aru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

"Diharapkan agar transportasi laut memperhatikan risiko tinggi terhadap pelayanan dan masyarakat di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak gelombang tinggi," ujar Eko.

Baca juga: BMKG: Waspadai dampak pasang air tinggi di Sungai Kapuas

Baca juga: Wali Kota Samarinda antar langsung bantuan korban banjir di Kalsel

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gelombang laut 2 meter berpotensi terjadi di Selat Malaka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar