Bertambah lagi, warga sembuh COVID-19 jadi 7.757 orang di Aceh

Bertambah lagi, warga sembuh COVID-19 jadi 7.757 orang di Aceh

Ilustrasi - Petugas medis di ruang isolasi untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa (3/3/2020). ANTARA FOTO/Rahmad/foc.

Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Aceh menyatakan warga provinsi paling barat Indonesia itu yang sembuh dari infeksi virus corona bertambah empat orang per hari ini, sehingga total warga yang telah terbebas dari virus mematikan tersebut mencapai 7.757 orang.

“Kita bersyukur penderita COVID-19 di Aceh yang sembuh bertambah lagi empat orang. Tetapi ada juga penambahan konfirmasi kasus baru lima orang,” kata Juru Bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Selasa.

Dia melanjutkan empat pasien yang baru sembuh itu meliputi warga Kabupaten Nagan Raya dua orang dan masing-masing satu orang warga Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Sedangkan konfirmasi kasus positif COVID-19 baru berasal dari Kota Banda Aceh empat orang dan satu orang asal Kabupaten Bireuen. “Tidak ada laporan pasien COVID-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir,” ujarnya, menjelaskan.

Sejak terdeteksi kasus perdana pada Maret 2020 lalu hingga kini, kasus COVID-19 di Aceh mencapai 9.149 orang, diantaranya penderita yang masih dirawat atau isolasi mandiri 1.018 orang, yang telah sembuh 7.757 orang dan 374 orang meninggal dunia.

Jubir yang akrab disapa SAG itu menambahkan bahwa penularan virus corona masih terus terjadi di tengah masyarakat, yang terbukti dari laporan harian Satgas COVID-19 kabupaten/kota.

Secara kasat mata sulit membedakan penderita COVID-19 dengan penyakit influenza. Keduanya menunjukkan gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek, katanya.

"Karena itu, diperlukan pemeriksaan secara medis dan diperiksa swab nasofaring dan orofaring dengan real time polymerase chain reaction untuk memastikannya," katanya lagi.

Disamping Satgas COVID-19 terus melakukan pemeriksaan (testing), penelusuran kontak (tracing) dan pengobatan atau perawatan (treatment), maka warga juga terus diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Seperti selalu disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air yang mengalir. Sekaligus juga penting untuk mengenali gejala yang ditimbulkan akibat terinfeksi virus corona ini,” katanya.

Baca juga: Wilayah kepulauan Aceh butuh 100 ribu lebih vaksin COVID-19

Baca juga: 48 orang sembuh dari COVID-19, warga Aceh diminta taat Prokes

Baca juga: Tak ada pemaksaan untuk vaksinasi di Aceh Besar

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kenduri Apam tradisi berbagi masyarakat Aceh di bulan Rajab

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar