Legislator minta PIP tingkatkan kuota penerima pinjaman ultra mikro

Legislator minta PIP tingkatkan kuota penerima pinjaman ultra mikro

Ilustrasi - Perajn memproduksi kerajinan rotan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

Saya hanya ingin beri masukan, karena saat pandemi yang paling bertahan itu sektor pangan, maka petani juga harus diprioritaskan
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XI DPR RI Ela Siti Nuryamah meminta Pusat Investasi Pemerintah (PIP, sebagai badan layanan umum yang bertugas sebagai badan pengelola dana Ultra Mikro (UMi), untuk meningkatkan kuota penerima pinjaman.

"Saat ini pinjaman ultra mikro lebih banyak diberikan kepada sektor perdagangan, misalnya kepada pedagang eceran, jumlahnya hampir 95 persen. Saya hanya ingin beri masukan, karena saat pandemi yang paling bertahan itu sektor pangan, maka petani juga harus diprioritaskan," ujar Ela dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, saat ini sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan proporsinya masih 3 persen, hal tersebut perlu ditingkatkan lagi kuotanya agar bisa lebih banyak lagi yang mengakses pembiayaan dari PIP.

"Saran saya, sebaiknya dibuat pendampingan-pendampingan yang terjun langsung ke masyarakat dan komunitas-komunitas usaha kecil yang berisikan 20-30 orang. Ini lebih menarik dan lebih jelas, sederhana dan tepat sasaran manfaatnya," katanya.

Sementara itu Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah sempat menjelaskan bahwa semua pihak bisa mengakses pinjaman sektor mikro yang berkisar antara Rp2 juta hingga Rp10 juta tersebut.

Sebelumnya Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp1,2 triliun dengan masa tenggang hingga Desember 2020 kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah mengatakan, penyaluran kepada PNM senilai Rp1,2 triliun tersebut merupakan bagian dari komitmen PIP untuk menggelontorkan pembiayaan sebesar Rp2 triliun pada 2020.

Ia juga mengharapkan penyaluran pembiayaan dengan skema syariah pertama dengan PNM ini juga dapat memperkuat dan mendorong pencapaian pemerataan kesejahteraan pelaku usaha mikro industri halal.

Selain penyaluran kepada PNM, PIP juga telah menyalurkan Rp400 miliar dari total komitmen Rp1,2 triliun kepada PT Pegadaian dan Rp768 miliar dari total komitmen Rp1 triliun kepada PT Bahana Artha Ventura (BAV).

Baca juga: Pusat Investasi Pemerintah salurkan kredit Ultra Mikro Rp1,2 triliun
Baca juga: PIP gandeng Baznas Jabar salurkan bantuan bagi UMKM
Baca juga: PIP gandeng Baznas Jabar salurkan bantuan bagi UMKM

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Legislator dorong Bandung optimalkan anggaran penanganan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar