Kanwilkumham DKI Jakarta optimalkan program intelijen lapas

Kanwilkumham DKI Jakarta optimalkan program intelijen lapas

Kakanwilkumham DKI Jakarta Liberty Sitinjak. ANTARA/HO/Dokumentasi Kanwilkumham DKI Jakarta.

Jakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) DKI Jakarta mengoptimalkan program intelijen lembaga pemasyarakatan (lapas) untuk mengantisipasi penyelundupan narkotika di kalangan warga binaannya.

"Optimalisasi intelijen lapas, itu yang mau kita garap ke depan ini. Supaya betul-betul dapat mendeteksi orang-orang yang pantas kita curigai. Sekarang kita harus lebih kencang. Itulah yang kita targetkan dalam mengatasi kondisi lapas itu. Kami harus memperbaiki diri kami sendiri," kata Liberty dalam keterangan yang diterima ANTARA, Rabu.

Liberty mengatakan program intelijen lapas itu nantinya dikoordinasikan ke Direktur Keamanan dan Intelijen yang merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM.

"Saya minta nanti dioptimalkan dari Dirjen, apakah memakai tenaga dari Dirjen atau ada yang ditunjuk dari dalam secara diam-diam.
Ini masih koordinasi lagi, karena tanpa itu kita selalu kebobolan," ujar Liberty.

Baca juga: Massa GPPI soroti penanganan peredaran narkoba di penjara
Baca juga: Polisi buru jaringan lapas pemasok narkoba ke sekolahan kawasan Kembangan


Program ini mendukung agar sukses mendapatkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2021 setelah pada 2020 Kanwilkumham DKI Jakarta berhasil menyabet Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Di tengah upaya meraih WBBM 2021 itu, Liberty akan mengawasi maupun menindak tegas petugasnya jika melanggar aturan yang telah ditetapkan.

"Kita akan lakukan peningkatan pengawasan secara ketat. Kita juga lakukan pembinaan kepada pegawai itu," kata Liberty.

Ia pun yakin dapat memberantas jaringan narkotika di lapas serta memastikan anak-anak buahnya dapat bekerja secara jujur tanpa terlibat jaringan narkotika itu.
Baca juga: Tiga kurir narkoba jaringan lapas diamankan

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar