Kementerian ESDM: 101 stasiun pengisian kendaraan listrik terbangun

Kementerian ESDM: 101 stasiun pengisian kendaraan listrik terbangun

Peresmian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) pertama di Jalan Tol Trans-Sumatera, yakni di rest area Km 20 B Ruas Bakaheuni-Kayu Agung, Lampung, Selasa (26/1/2021). SPKLU itu menjadi unit ke-101 yang beroperasi di Indonesia. ANTARA/HO-Dokumentasi Humas Kementerian ESDM.

Indonesia mempunyai potensi sebagai produsen litium terbesar kedua di dunia setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), cadangan nikel kita yang beragam menjadikan Indonesia tentu mampu bersaing
Jakarta (ANTARA) - Kementerian ESDM menyebutkan hingga saat ini telah terbangun 101 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di 73 lokasi di Indonesia.

SPKLU itu tersebar di beberapa area seperti SPBU, SPBG, perkantoran, perhotelan, pusat perbelanjaan, area parkir, dan rest area di sepanjang jalan tol. Terakhir, SPKLU ke-101 beroperasi di Tol Trans-Sumatera, yakni di rest area Km 20 B Ruas Bakaheuni-Kayu Agung.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu menyampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual telah meresmikan SPKLU pertama di Jalan Tol Trans-Sumatera tersebut pada Selasa (26/1/2021).

Peresmian dilakukan pada akhir Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Transportasi di Kawasan Merak-Bakauheni-Tol Lampung.

Ke depan, direncanakan dibangun lagi SPKLU di Tol Trans-Sumatera yakni di rest aArea Km 49 A arah Palembang, rest area Km 116 B arah Bakauheni, dan rest area Km 234 A arah Palembang.

Pada peresmian tersebut, Menko Luhut yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinator Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) menyampaikan apresiasi terhadap PT PLN (Persero) yang telah mendukung percepatan program KBLBB dengan membangun SPKLU di Indonesia.

Ia berharap masyarakat dapat semakin antusias beralih menggunakan KBLBB.

Lebih lanjut, Luhut menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia mampu bersaing dalam industri penyedia baterai untuk KBLBB.

"Indonesia mempunyai potensi sebagai produsen litium terbesar kedua di dunia setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), cadangan nikel kita yang beragam menjadikan Indonesia tentu mampu bersaing dalam kancah ini," ungkapnya.

Penggunaan litium, sebut Luhut, tidak hanya untuk baterai kendaraan bermotor listrik saja namun dapat dimanfaatkan sebagai energy stabilizer yang begitu penting bagi daerah pedalaman untuk dimanfaatkan sebagai pengganti energi listrik pada malam hari.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar yang hadir dalam peresmian, juga menyampaikan apresiasi terhadap PLN yang membangun infrastruktur SPKLU di Jalan Tol Trans-Sumatera.

"Terima kasih khususnya kepada pihak PLN yang secara bertahap telah merealisasikan penyediaan infrastruktur SPKLU secara nasional khususnya di jalur tol lintas Sumatera. Ini adalah SPKLU yang ke-101 dan kita tunggu SPKLU selanjutnya di seluruh pelosok negeri tercinta," ungkap Wanhar.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020, PLN mendapatkan penugasan menyediakan infrastruktur pengisian kendaraan bermotor listrik dengan rencana penambahan hingga 254.181 unit untuk 10 tahun ke depan.

Dengan semakin banyaknya SPKLU diharapkan dapat menarik minat masyarakat beralih menggunakan KBLBB, kata Wanhar.

Baca juga: Menko Luhut resmikan SPKLU pertama di Lampung
Baca juga: Dukung mobil listrik, PLN tambah SPKLU di Tol Surabaya-Jakarta
Baca juga: Kementerian ESDM catat akan ada 19 ribu unit mobil listrik pada 2025


Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diduga mengandung mineral ikutan lainnya, Kementerian ESDM tunda eksporĀ 200 ton zirkon

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar