Balitbangtan siapkan prototipe bagi industri alat mesin pertanian

Balitbangtan siapkan prototipe bagi industri alat mesin pertanian

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam kunjungannya ke Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) di Serpong, Banten, Rabu (27/1/2021). ANTARA/HO-Kementerian Pertanian.

Alsintan harus menjadi bagian dari program kita untuk meningkatkan produktivitas padi, jagung, kedelai, maupun tebu
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah menyiapkan banyak prototipe yang bisa dikembangkan oleh industri alat dan mesin pertanian dalam negeri.

Dalam kunjungannya ke Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) di Serpong, Banten, Rabu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya memang sedang fokus dalam meningkatkan penggunaan alsintan oleh petani di lapangan. Apalagi, mekanisasi pertanian memang dipercaya dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan produksi.

"Alsintan harus menjadi bagian dari program kita untuk meningkatkan produktivitas padi, jagung, kedelai, maupun tebu. Dengan alsintan, losses (susut) bisa kita tekan 3-5 persen. Padahal kalau cara manual, losses bisa mencapai 12 persen," kata Syahrul dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Syahrul meyakini para peneliti dan perekayasa yang berada di bawah Balitbangtan siap menjawab kebutuhan industri alsintan. Ia pun meminta para peneliti dan perekayasa tersebut diberikan akses untuk terlibat dalam pengembangan setiap tahapan pembangunan pertanian, dari hulu hingga ke hilir.

Senada dengan itu, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian memang tengah membuat berbagai prototipe alsintan, dari pra tanam, tanam, hingga pengolahan.

Bahkan, Balitbangtan sangat terbuka jika pengembangan industri alsintan dilakukan melalui sinergi antara Kementan, BPPT, BUMN, maupun sektor swasta.

"Kita sudah siap dengan berbagai prototipe yang dihasilkan dan sudah banyak dilisensi. Jika 40-60 persen alsintan yang dibuat dari dalam negeri dan digunakan petani, kita percaya ini bisa mendongkrak produksi pertanian," kata Fajdry.

Kunjungan ke BBP Mektan kali ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan rekayasa dan manufaktur alsintan nasional guna mendukung pengembangan program food estate.

BBP Mektan yang berada di bawah Kementerian Pertanian memiliki tugas melaksanakan penelitian, perekayasaan, pengembangan mekanisasi pertanian, standardisasi, serta pengujian alat dan mesin pertanian.

Baca juga: Mentan dorong industri alsintan perbesar komponen dalam negeriBaca juga: Balitbangtan terapkan Teknologi RAISA di food estate Kalimantan Tengah
Baca juga: Balitbangtan beberkan alur pelayanan pengujian alsintan


 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar