Kandidat dubes tekankan pentingnya AS kembali terlibat dengan PBB

Kandidat dubes tekankan pentingnya AS kembali terlibat dengan PBB

Suasana Sidang Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Handout/aa.

New York (ANTARA) - Kandidat pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sebagai duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield menekankan pentingnya keterlibatan kembali AS dengan 193 anggota badan dunia itu guna menantang upaya China yang "mendorong agenda otoriter."

Diplomat veteran Thomas-Greenfield akan menghadap Komite Hubungan Luar Negeri Senat untuk sidang konfirmasi. Pensiunan yang mengabdi selama 35 tahun di Dinas Luar Negeri AS itu telah bertugas di empat benua, terutama di Afrika.

"Kami tahu China sedang bekerja di seluruh sistem PBB untuk mendorong agenda otoriter yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar institusi---nilai-nilai Amerika," kata Thomas-Greenfield, menurut kutipan dari pernyataannya, Rabu.

"Keberhasilan mereka bergantung pada penarikan kita yang berkelanjutan. Itu tidak akan terjadi di bawah pengawasan saya," kata dia.

Beijing telah mendorong pengaruh multilateral yang lebih besar sebagai tantangan bagi kepemimpinan tradisional AS. Ketegangan antara kedua negara adidaya itu telah mencapai puncak di PBB akibat pandemi virus corona yang mematikan.

Mantan presiden Donald Trump mengkritik PBB dan waspada terhadap nilai multilateralisme. Dia mengumumkan rencana untuk mundur dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB, badan budaya PBB (UNESCO), kesepakatan perubahan iklim global, dan kesepakatan nuklir Iran.

Pada hari pertamanya menjabat pekan lalu, Biden membatalkan keputusan AS untuk mundur dari WHO dan mengumumkan kembalinya AS ke perjanjian iklim.

"Ketika Amerika muncul, ketika kita konsisten dan gigih, ketika kita menggunakan pengaruh kita sesuai dengan nilai-nilai kita, Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat menjadi lembaga yang sangat diperlukan untuk memajukan perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan kolektif kita," tutur Thomas-Greenfield.

"Jika sebaliknya kita meninggalkan meja, dan membiarkan orang lain mengisi kekosongan, komunitas global menderita dan begitu juga kepentingan Amerika," ujar dia.

Jika disetujui Senat, Thomas-Greenfield akan bergabung dengan rekan-rekannya yang memiliki pengalaman puluhan tahun dalam diplomasi dari Inggris, Prancis, China, dan Rusia---yang bersama dengan AS menjadi lima anggota pemegang veto permanen Dewan Keamanan PBB.


Sumber: Reuters
Baca juga: AS tidak akan bayar utang ke WHO
Baca juga: Iran: AS tak berhak mendesak 'snapback' sanksi PBB terhadap Teheran
Baca juga: DK PBB tolak resolusi AS untuk perpanjang embargo senjata Iran

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bank Indonesia waspadai kenaikan imbal hasil obligasi AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar