Bidik konsumen Jerman, KBRI Berlin selenggarakan uji cocok rasa kopi

Bidik konsumen Jerman, KBRI Berlin selenggarakan uji cocok rasa kopi

Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno menunjukkan keterampilan membuat kopi dalam acara uji cocok rasa kopi ('coffee tasting') di aula KBRI Berlin, Rabu (27/1/2020). (HO-KBRI Berlin)

Jakarta (ANTARA) - KBRI Berlin menggagas strategi uji cocok rasa kopi Jerman dan kopi Indonesia pada Rabu (27/1), untuk menyesuaikan ekspor kopi dari Tanah Air agar sesuai dengan selera masyarakat Jerman pada umumnya.

Acara coffee tasting tersebut diselenggarakan secara fisik dan virtual di dua tempat, yaitu aula KBRI Berlin, Jerman, serta Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri, Jakarta, dan dihadiri sekitar 100 peserta.

Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno mengatakan strategi itu dilakukan guna memaksimalkan ekspor kopi Indonesia ke Jerman, yang masih tertinggal jika dibandingkan dua negara eksportir kopi utama Eropa, yakni Brazil dan Vietnam.

“Kita ingin mengisi celah yang terlalu besar antara potensi produksi kopi Indonesia dan potensi pasar kopi di Jerman. Masyarakat Jerman adalah pencinta kopi, 75 persen di antaranya menikmati kopi di rumah. Jadi peluang pasar itu akan selalu ada dan terus meningkat, meskipun di saat pandemi seperti sekarang ini,” ujar Dubes Oegroseno seperti disampaikan dalam keterangan tertulis KBRI Berlin, Kamis.

Oegroseno menceritakan bahwa strategi uji cocok rasa kopi ini diawali dengan mengirimkan 24 sampel kopi yang paling laku di pasaran Jerman ke Indonesia.

Sampel tersebut kemudian diteliti pada kandungan, aroma, dan cita rasanya melalui kerja sama antara Kemlu RI dengan 5758 Coffee Lab (PT Belajar Kopi Bersama). Dari proses itu, Coffee Lab akan membuat Katalog Rasa masing-masing sampel kopi. Kemudian, akan dicarikan kopi di Indonesia yang memiliki karakter yang serupa dengan katalog rasa dari sampel kopi yang sudah diteliti.

Lebih lanjut Dubes juga menyebutkan bahwa faktor harga juga menjadi penentu untuk pasar kopi di Jerman.

“Di sini rata-rata kopi biasa dijual dengan kisaran harga satu euro per kilogram. Sementara untuk specialty coffee dijual dengan harga sekitar tiga euro per kilogram,” ujar Oegroseno, merujuk pada kopi berkualitas tinggi.

Tak hanya bercerita tentang kopi Jerman dan potensi pasar kopi Indonesia di Jerman, Dubes Oegroseno, yang mendapatkan sertifikat barista di Specialty Coffee Association Europe juga mendemonstrasikan cara menyeduh kopi yang enak.

“Ini lebih enak dari kopi yang biasa saya minum di kafe-kafe,” kata Kristina, seorang peserta coffee tasting yang mencoba kopi buatan Oegroseno.

Acara uji cocok rasa kopi (coffee tasting) yang diselenggarakan KBRI Berlin, Rabu (27/1/2020). (HO-KBRI Berlin)

Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa I Gede Ngurah Swajaya, mewakili Ketua Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi Kemlu RI. Dalam sambutannya Dirjen Ngurah menyampaikan bahwa kegiatan seperti itu akan terus dikembangkan dengan negara-negara lainnya.

“Kita ingin Indonesia dikenal dengan cita rasa kopinya yang enak,” tutur Dirjen Ngurah.

Kopi menjadi salah satu produk yang diprioritaskan promosinya oleh perwakilan-perwakilan RI di Jerman.

Sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia berupaya meningkatkan ekspor ke Jerman, yang merupakan pasar terbesar produk kopi di Uni Eropa dengan nilai mencapai 7,7 miliar dolar AS (sekitar Rp108,7 triliun).

Untuk itu, sejumlah strategi pemasaran kopi Indonesia di Jerman sudah disiapkan antara lain mencakup penyelenggaraan kursus pengetahuan kopi dan keterampilan dasar barista bagi staf KBRI --bekerja sama dengan mastery coffee terbesar di Berlin, memfasilitasi pertemuan bisnis antara Asosiasi Kopi Jerman dan roastery terkemuka di Jerman dengan eksportir dan petani asal Indonesia, serta melakukan promosi di jaringan swalayan terkemuka di Jerman.

Selain promosi di swalayan di Jerman, promosi juga dilakukan dengan bekerja sama dengan radio terkemuka di Jerman, Jazz Radio, dengan format penyediaan kopi Indonesia untuk para penyiar dan wawancara tentang kopi Indonesia.

Di samping itu, promosi kopi Indonesia akan dilakukan melalui industri kapal pesiar Jerman, di,antaranya AIDA dan TUI Cruise, dengan format tasting and brewing event dan mempromosikan kopi Indonesia sebagai official coffee pada layanan kapal pesiar tersebut.

Perwakilan RI juga akan memaksimalkan promosi kopi Indonesia di kanal media sosial KBRI Berlin dengan melibatkan beberapa tokoh pemberi pengaruh (influencer) di Jerman.

Promosi kopi Indonesia juga disebutkan akan dimaksimalkan saat penyelenggaraan Hannover Messe pada April mendatang. Indonesia menjadi negara mitra dalam pameran industri akbar tersebut.

Baca juga: KBRI Berlin gencar promosi kopi di Jerman, gandeng swalayan terbesar

Baca juga: Satu kontainer kopi asal Indonesia tiba di San Fransisco

Baca juga: Menristek: Indonesia bertekad salip Vietnam dalam produksi kopi



 

Sinergi kreatif kembangkan kopi Indonesia

 

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar