ACT Purwokerto kirim bantuan untuk korban banjir di Kalsel

ACT Purwokerto kirim bantuan untuk korban banjir di Kalsel

Kepala ACT Cabang Purwokerto Andi Rahmanto saat melepas keberangkatan truk pembawa paket bantuan untuk korban banjir di Kalimantan Selatan. ANTARA/Sumarwoto

akan kami kirim ke Kalimantan Selatan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur
Purwokerto (ANTARA) - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengirimkan paket bantuan untuk korban banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Bantuan yang terkumpul dari masyarakat se-Banyumas Raya (Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara) ini akan kami kirim ke Kalimantan Selatan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur," kata Kepala ACT Cabang Purwokerto Andi Rahmanto usai melepas keberangkatan truk pembawa paket bantuan di Purwokerto, Kamis.

Menurut dia, paket bantuan yang berhasil dikumpulkan dalam kurun satu pekan tersebut di antaranya berupa beras, minyak goreng, gula pasir, baju baru, makanan bayi, air mineral, popok bayi dan pembalut wanita.

Baca juga: ACT Purwokerto bantu korban kebakaran di Pasar Wage

Ia mengharapkan paket bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di Kalsel.

"Truk yang membawa bantuan dari Purwokerto ini akan singgah di Semarang karena nantinya akan berkonvoi bersama truk dari ACT Semarang, ACT Tegal dan ACT Solo menuju Surabaya," katanya.

Menurut dia, pengiriman paket bantuan dari seluruh cabang ACT di Jateng menuju Kalteng tersebut juga akan dilakukan bersama-sama dengan paket bantuan dari ACT di wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: Keluarga miskin penghuni gubuk di Purwokerto-Jateng dibantu ACT

Baca juga: Program Wakaf Air Minum diluncurkan ACT di Purwokerto


"Informasinya, paket bantuan paling banyak berasal dari Jawa Timur," katanya.

Selain mengumpulkan bantuan untuk korban banjir di Kalsel, kata dia, pihaknya saat sekarang juga tengah menggalang donasi untuk membantu korban tanah longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

"Kami dalam menangani bencana memang tidak satu hari, dua hari, bisa sampai tiga tahun. Jadi ada tiga tahapan, yakni emergency, recovery, dan pemberdayaan masyarakat," katanya menjelaskan.

Dengan demikian, kata dia, penggalangan donasi bagi korban bencana alam akan terus dilakukan karena penanganan bencana membutuhkan waktu yang panjang, sehingga membutuhkan "amunisi" yang banyak pula. 

Baca juga: ACT gelar pelatihan "water rescue" bagi MRI Pekalongan-Banyumas

Baca juga: ACT Purwokerto serahterimakan bantuan untuk guru

 

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Korlantas Polri bagikan 500 paket sembako bagi warga DKI terdampak banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar