Pemprov Kepri pastikan vaksin untuk pejabat dan warga tidak berbeda

Pemprov Kepri pastikan vaksin untuk pejabat dan warga tidak berbeda

Pejabat Forkopimda ikut vaksinasi dosis kedua di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (28/1). (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Sekda Provinsi Kepri TS Arif Fadillah memastikan vaksin COVID-19 yang disuntikkan kepada pejabat dan masyarakat tidak berbeda, yakni sama-sama mendapatkan vaksin Sinovac asal China.

Arif menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membohongi warga dalam hal vaksinasi COVID-19. "Untuk menjawab keraguan masyarakat, kami tegaskan kalau vaksin yang digunakan pejabat dan warga itu jenis dan mereknya sama," kata Arif di Tanjungpinang, Jumat.

Baca juga: 1,4 juta warga Kepri ditargetkan dapat vaksin mulai Februari 2021

Baca juga: Tiga daerah di Kepulauan Riau masih tunda vaksinasi MR


Arif mengajak masyarakat Kepri tidak ragu divaksin, karena vaksin Sinovac sudah melalui uji klinis dan mendapat rekomendasi izin penggunaan darurat dari BPOM serta sertifikasi halal dari MUI.

Selain itu, demi meyakinkan warga bahwa vaksin itu aman dan halal, kata dia, Presiden Joko Widodo hingga pejabat Forkopimda Kepri sudah divaksin sebanyak dua kali.

"18 pejabat Forkopimda sudah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali. Pertama tanggal 14 Januari 2021, kemudian 29 Januari 2021," ujar dia.

Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Kepri itu mengemukakan tidak mengalami keluhan kesehatan setelah dua kali ikut vaksinasi.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pejabat lainnya usai dua kali disuntik Vaksin Sinovac. "Sampai saat ini tidak ada laporan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dalam kategori menengah dan berat, sehingga vaksinasi ini berjalan aman dan tentunya halal," ujar Arif.

Baca juga: Warga Kepri telah divaksin tak perlu tes COVID-19 jika bepergian

Baca juga: Kepri siapkan 160 tenaga medis untuk vaksinasi COVID-19


Pemprov Kepri menargetkan sekitar 1,4 juta atau 80 persen dari total penduduk provinsi itu sudah disuntik vaksin sepanjang tahun 2021.

Saat ini vaksinasi masih menyasar ke tenaga kesehatan dan ditargetkan rampung pada pertengahan Februari 2021. Setelah itu dilanjutkan dengan pelayan publik seperti ASN dan TNI/Polri. "Untuk masyarakat umum, direncanakan mulai Maret 2021. Mudah-mudahan vaksinasinya lancar," kata Arif.

Pewarta: Ogen
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Vaksin tiba, pemerintah upayakan pasokan lewat kemitraan-kemitraan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar