Sudinkes Jakpus gencarkan edukasi terhadap ibu hamil cegah 'stunting'

Sudinkes Jakpus gencarkan edukasi terhadap ibu hamil cegah 'stunting'

Refleksi pengendara motor melintas di dekat mural stunting di Jakarta, Rabu (16/12/2020). Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyatakan berdasarkan data saat ini angka stunting di Indonesia masih sebesar 27,9 persen,├Ősementara target angka stunting yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sebesar 14 persen pada 2024. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc)

Pencegahan stunting kan dimulai sejak 1000 hari kehamilan
Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat gencar memberikan edukasi terhadap ibu-ibu hamil untuk mencegah terjadinya lambat tumbuh (stunting) pada bayi-bayi di dalam kandungannya.

"Pencegahan stunting kan dimulai sejak 1000 hari kehamilan, jadi bagaimana ibu- ibu hamil itu paham tentang kesehatannya. Melakukan pemberian tablet tambah darah sehingga sejak kehamilan sudah dilihat kesehatan anaknya. Jadi yang paling penting adalah edukasi," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari saat dihubungi, Jumat.

Baca juga: Anggota DPR ingatkan pemerintah daerah tak lupakan "stunting"

Selain menggencarkan edukasi kepada ibu-ibu hamil untuk menjaga asupan gizinya mencegah stunting , nantinya edukasi sanitasi juga diberikan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak balita.

"Pemahaman terhadap sanitasi lingkungan juga diberikan tapi nanti dibantu lintas sektor lainnya," ujar Erizon.

Lebih lanjut, saat ini terdapat sepuluh kelurahan di Jakarta Pusat yang termasuk dalam zona kasus stunting yang tinggi.

Baca juga: Forum Wartawan Peduli Jakarta dukung atasi anak stunting melalui golf

Kecamatan Tanah Abang tercatat memiliki kelurahan dengan stunting paling banyak, ada enam kelurahan yang tercatat yaitu Kelurahan Bendung Hilir, Kelurahan Karet Tengsin, Kelurahan Kebon Melati, Kelurahan Kampung Bali, Kelurahan Petamburan, dan Kelurahan Gelora.

Sementara empat kelurahan lainnya tersebar di kecamatan Sawah Besar, Johar Baru, dan Cempaka Putih.

Dengan temuan kasus itu, Pemerintah Jakarta Pusat pun akhirnya menyiapkan intervensi agar kasus stunting dapat dicegah.

Baca juga: SEAMEO RECFON: stunting lebih berbahaya dari Covid-19

"Ada yang angka kasusnya di atas 14 persen sehingga dianggap perlu diintervensi. Tapi nanti ya kita pilih yang prioritas lah, nanti ada tim yang bekerja. Mana yang akan menjadi prioritas sesuai arahan Presiden," ujar Erizon.

Intervensi terhadap stunting itu akan mulai efektif pada Juli 2021 dan koordinasi antar sektor akan dipimpin oleh Badan Perencana dan Pembangunan Kota Jakarta Pusat.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Aceh Utara menggenjot penurunan kasus stunting

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar