Pedagang Pasar Gembrong Baru andalkan pendapatan dari pelanggan tetap

Pedagang Pasar Gembrong Baru andalkan pendapatan dari pelanggan tetap

Pedagang melintas di depan salah satu toko mainan yang sepi konsumen di Pasar Gembrong Baru, Jakarta Timur, Sabtu (30/1/2021). (ANTARA/HO-Rizky).

Menurunnya sekitar 50 persen
Jakarta (ANTARA) - Pedagang Pasar Gembrong Baru di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur, mengandalkan pendapatan dari pelanggan tetap selama pandemi COVID-19.

"Kalau pelanggan masih ada, tapi cuma mereka yang tahu saja tempat saya. Kalau mengandalkan konsumen yang sengaja datang agak sulit selama pandemi, jadi ya pelanggan tetap saja," kata pedagang aksesoris dan mainan anak Pasar Gembrong Baru, Rizky (44), di Jakarta, Sabtu.

Pedagang di lantai dasar Pasar Gembrong Baru itu mengatakan mayoritas penghuni pasar adalah pedagang yang direlokasi oleh pemerintah dari bahu Jalan Jenderal Basuki Rahmat sejak Juni 2020.

Relokasi itu terjadi karena lapak para pedagang berada di atas lahan pembangunan jalan tol.

"Jadi memang belum banyak konsumen yang mampir ke sini. Rata-rata tahunya yang di Pasar Gembrong aja," katanya.

Baca juga: Beli mainan di Pasar Gembrong "baru" lebih aman

Rizky mengatakan pendapatan dari barang jualan selama pandemi juga mengalami penurunan sekitar 50 persen.

"Omzet turun lah kalau dibandingkan yang dulu-dulu sebelum pandemi dan masih dagang di pinggir jalan. Menurunnya sekitar 50 persen," katanya.

Namun pihak pengelola gedung memberikan dispensasi berupa potongan tarif sewa ruko ukuran 2x2 meter persegi dari semula Rp12 juta per lokal menjadiRp8 juta per lokal.

"Diskon (ruko) ini karena pandemi COVID-19," katanya.

Koordinator Galeri Perupa Pasar Gembrong Baru, Arya, mengatakan mayoritas pedagang mainan di pasar tersebut perlahan telah hengkang sebab lokasi yang dianggap kurang strategis.

Baca juga: Aparat jaga tawuran warga di Johar Baru, Jakarta Pusat

Pada akhir 2029 pria bernama lengkap Karya Indah itu berinisiatif menghidupkan kembali pasar dengan menghadirkan sejumlah seniman.

"Saya kebetulan punya komunitas seniman, yakni Perkumpulan Seniman Indonesia (Persona). Jumlah perupa yang ada sekitar 80 orang," katanya.

Mereka rata-rata seniman pahat dan lukis yang datang dari wilayah di Jabodetabek. Pemasaran produk dilakukan secara daring maupun pagelaran pameran di Pasar Gembrong Baru.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penjelasan PN Jaktim tentang sidang lanjutan Rizieq 12 April mendatang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar