Harga TBS sawit rakyat di Sumbar terus membaik, capai Rp1.400/kg

Harga TBS sawit rakyat di Sumbar terus membaik, capai Rp1.400/kg

Pekerja menurunkan tanda buah segar (TBS) kelapa sawit dari dalam truk pengangkutan di tempat penampungan Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (14/10/2020). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.

Sejak April 2020 hingga saat ini harga TBS berkisar antara Rp1.000 sampai Rp1.400 per kilogram
Painan, Sumbar (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi kebun rakyat di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus membaik semenjak April 2020.

"Alhamdulillah, seingat kami sejak April 2020 hingga saat ini harga TBS berkisar antara Rp1.000 sampai Rp1.400 per kilogram," kata petani kelapa sawit di Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan, Isal di Painan, Sumbar, Sabtu.

Hanya saja, ungkapnya, semenjak April itu produksi kebun miliknya dan lainnya di daerahnya menurun.

"Harganya mahal, namun produksi kebun kami menurun, bahkan penurunannya sekitar 40 persen," ungkapnya.

Baca juga: Harga TBS sawit di Kalbar membaik capai Rp1.941,77 per kilogram

Ia memperkirakan penurunan produksi kebun tersebut terjadi akibat kemarau dan merupakan siklus tahunan tanaman kelapa sawit.

Sementara itu, petani lainnya, Nasrul menyebutkan harga saat ini cukup bisa diandalkan oleh petani, meski produksi kebun menurun.

"Waktu yang kami habiskan di kebun kelapa sawit sebanding dengan harganya, berbeda jika waktu harganya hanya Rp400 per kilogram, bekerja seharian hasil penjualan cuma sedikit," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan  Nuzirwan mengatakan kenaikan harga merupakan momentum bagi petani untuk meningkatkan produksi kebun dengan menyisakan uang hasil penjualan untuk membeli pupuk dan pembersihan lahan.

"Dengan harga saat ini tentu motivasi petani jauh lebih baik dan akan lebih bijak jika uang hasil penjualan yang agak lebih tinggi dimanfaatkan untuk membeli pupuk, dan biaya pembersihan lahan," sebutnya.

Hal itu, kata dia, tentu akan berdampak pada produktivitas tanaman untuk beberapa waktu ke depan dan akan berdampak pada pendapatan petani.

Luas lahan kelapa sawit kebun rakyat di Pesisir Selatan mencapai 90 ribu hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Air Pura, Pancung Soal, Ranah Ampek Hulu Tapan, Basa IV Balai Tapan, Lunang dan Silaut.

Baca juga: Gapki Kalbar optimis produksi dan harga CPO 2021 tetap baik
Baca juga: BPDP-KS fokus peremajaan sawit rakyat dan dukungan B30 pada 2021

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Keberadaan pabrik sawit ketujuh di Bangka tekan angka pengangguran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar