Meksiko akan impor vaksin COVID-19 AstraZeneca yang dibuat di India

Meksiko akan impor vaksin COVID-19 AstraZeneca yang dibuat di India

Botol dengan stiker bertuliskan, "COVID-19 / vaksin Coronavirus / Injeksi" dan jarum suntik medis terlihat di depan logo AstraZeneca yang ditampilkan dalam ilustrasi (31/10/2020). ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/aa. (REUTERS/DADO RUVIC)

Kita akan mendapatkan vaksin AstraZeneca, terpisah dari perjanjian yang kita punya dengan mereka -- vaksin ini juga akan diproduksi di Meksiko -- kita akan mendatangkan AstraZeneca dari India,
Mexico City (ANTARA) - Meksiko pada Februari 2021 berencana mengimpor kurang lebih 870.000 dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca yang diproduksi di India sembari menggunakan vaksin yang dibuat di dalam negeri, kata Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, Jumat (29/1).

Meksiko dan Argentina telah sepakat memproduksi vaksin COVID-19 AstraZeneca di dalam negeri untuk persediaan di Amerika Latin. Produksi vaksin di Meksiko nantinya akan dibiayai oleh miliarder setempat, Carlos Slim.

"Kita akan mendapatkan vaksin AstraZeneca, terpisah dari perjanjian yang kita punya dengan mereka -- vaksin ini juga akan diproduksi di Meksiko -- kita akan mendatangkan AstraZeneca dari India," kata Lopez Obrador sebagaimana dikutip dari sebuah rekaman video yang beredar di media sosial.

Baca juga: Kematian akibat COVID-19 di Meksiko lewati 150.000
Baca juga: Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador positif corona


Sementara itu, pengiriman vaksin COVID-19 buatan Pfizer Inc/BioNTech ke Meksiko "kemungkinan" akan berlanjut pada 10 Februari 2021, kata Lopez Obrador. Ia belum dapat memastikan tanggal pengiriman mengingat Pfizer mengalami kendala produksi.

Meksiko kemungkinan akan menerima sekitar 1,5 juta dosis vaksin COVID-19 dari Pfizer, kata dia.

Pemerintah Meksiko berusaha mengamankan persediaan vaksin di tengah berbagai kendala seperti penundaan dan keterlambatan serta tingginya kasus positif di negara tersebut.

Korban jiwa akibat COVID-19 di Meksiko sebanyak 156.579, Jumat.

Lopez Obrador, yang berbicara depan publik untuk pertama kalinya sejak terkonfirmasi positif COVID-19, Minggu, mengatakan Meksiko juga akan menerima 870.000 dosis vaksin COVID-19 buatan Gamaleya Institute Rusia, Sputnik V, pada Februari.

Ia juga mengatakan 1,8 juta dosis vaksin akan tiba di Meksiko lewat skema pengadaan vaksin global, COVAX, bulan depan.

Meksiko, negara berpenduduk 126 juta jiwa, telah mengamankan persediaan vaksin yang cukup untuk 20 persen penduduknya lewat mekanisme COVAX.

COVAX merupakan kerja sama pengadaan vaksin dunia yang digerakkan oleh Aliansi Vaksin Global (GAVI), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Koalisi untuk Inovasi Persiapan Epidemi (CEPI) guna memastikan akses vaksin yang setara.

Enam juta dosis vaksin buatan CanSino Biologics juga akan tiba di Meksiko Februari 2021, kata Lopez Obrador. CanSino dijadwalkan akan segera menerbitkan hasil uji klinis vaksinnya ke publik.

Lopez Obrador menambahkan Meksiko masih akan menerima 12 juta dosis vaksin buatan perusahaan China itu pada Maret.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Meksiko berangsur pulih setelah didiagnosis COVID-19
Baca juga: Meksiko mungkin setujui vaksin COVID-19 Rusia dalam beberapa hari

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Vaksin Sinovac 94 persen efektif cegah COVID-19 bergejala

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar