Laporan dari Kuala Lumpur

166 PMI pulang ke Surabaya dari Kuala Lumpur

166 PMI pulang ke Surabaya dari Kuala Lumpur

Duta Besar RI di Kuala Lumpur Hermono (tiga dari kanan) menyerahkan sumbangan dari Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia (AOMI) kepada salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengikuti Program Rekalibrasi Pulang di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Sabtu (30/1/2021). Sebanyak 166 pekerja pulang ke Surabaya dengan pesawat carter Citilink QG 8553 yang difasilitasi oleh KBRI Kuala Lumpur dan AOMI Malaysia. ANTARA Foto/Agus Setiawan

Jadi kita mencoba membantu masyarakat yang kesulitan tetapi kami sadar KBRI tidak bisa bekerja sendiri karena itu kami bekerja sama
Kuala Lumpur (ANTARA) - Sebanyak 166 pekerja migran Indonesia (PMI) terdiri 158 dewasa dan delapan anak-anak pulang ke Surabaya dengan menggunakan pesawat carter Citilink QG 8553 dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Kuala Lumpur, Sabtu (30/1).

Mereka mengikuti Program Rekalibrasi Pulang yang dicanangkan pemerintah Malaysia pada masa pandemi COVID-19 dengan difasilitasi oleh KBRI Kuala Lumpur dan Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia (AOMI) Malaysia.

Acara pemulangan turut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Hermono, Koordinator Fungsi Konsuler Rijal Al Huda, Koordinator Fungsi Pensosbud Yoshi Iskandar dan jajaran presidium serta tim khusus dari AOMI.

Baca juga: Program rekalibrasi pemulangan PMI dari Malaysia dimulai
Baca juga: 14 PMI rentan dipulangkan dari Bandara KLIA


Selain itu dihadiri sejumlah Ormas seperti BP KNPI Malaysia, MP KAHMI Malaysia, Garansi, Persatuan Masyarakat Bawean dan lainnya.

Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Hermono mengatakan yang bekerja dalam pemulangan ini sebenarnya para Ormas sedangkan pihaknya hanya memfasilitasi.

"Jadi kita mencoba membantu masyarakat yang kesulitan tetapi kami sadar KBRI tidak bisa bekerja sendiri karena itu kami bekerja sama atau minta dukungan teman-teman Ormas untuk membantu warga kita yang ingin pulang ke Indonesia khususnya mereka yang mengalami kesulitan seperti orang sakit, orang tua dan anak-anak. Mereka ada yang kesulitan mendapatkan check out memo (COM) di Imigrasi Malaysia sehingga kami fasilitasi yang memerlukan," katanya.

Hermono mengatakan sedangkan bagi yang bisa mengerjakan sendiri dipersilahkan mengerjakan sendiri dan ini lebih baik daripada melalui kedutaan atau ormas.

"Jadi yang ini adalah mereka yang betul-betul memerlukan bantuan dari KBRI dan ormas. Sekali lagi kami fokus kepada warga yang memerlukan bantuan KBRI dan Ormas kalau yang bisa sendiri kami mohon menyelesaikannya sendiri," katanya.

Salah satu Presidium AOMI Hardjito menyampaikan rasa syukur dengan kesuksesan pemulangan 166 PMI sehingga menunjukkan bukti bahwa ormas-ormas di AOMI, KBRI Kuala Lumpur dan sejumlah pihak bisa bekerja sama.

"Ini merupakan pertama kali kami berikhtiar untuk memfasilitasi mereka dengan mencarter pesawat Citilink tujuan Surabaya. Kemudian kami memberikan subsidi silang baik mereka yang memerlukan bantuan yakni sebanyak delapan orang digratiskan tiketnya, juga ada anak yatim disubsidi. Ada Ormas dan masyarakat Aceh yang membantu," katanya.

Presidium lainnya Khairul Hamzah mengatakan data awal yang mendaftarkan pemulangan sebanyak 177 orang terdiri dari 168 orang dewasa dan sembilan kanak-kanak di tengah perjalanan ada satu orang yang meninggal sembilan orang positif COVID-19 sehingga batal berangkat.

"Yang terbang sekarang 166 orang semua ke Surabaya terdiri 158 dewasa dan delapan anak-anak. Banyak di antara peserta memakai kursi roda dan  sakit," katanya.

Baca juga: KBRI Kuala Lumpur pulangkan 56 PMI
Baca juga: Jenazah PMI dari Malaysia tiba di Sampang

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sempat ditangkap Malaysia, Bakamla jemput delapan nelayan Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar