Baitul Muslimin: PDIP rayakan Harlah NU bukti menjadi rumah kebangsaan

Baitul Muslimin: PDIP rayakan Harlah NU bukti menjadi rumah kebangsaan

Logo Nahdlatul Ulama (NU). Minggu. (29/11/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna/ho)

Jakarta (ANTARA) -
Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia Yayan Sopyani Al Hadi menyebut perayaan Hari Lahir NU yang memasuki usia 95 tahun oleh PDIP menjadi bukti partai politik tersebut merupakan rumah kebangsaan.
 
Yayan Sopyani Al Hadi di Jakarta, Sabtu, mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia akan memasuki usia 95 tahun. Kemudian, PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai nasionalis akan turut memperingati milad NU itu.
 
"Di hari kelahiran Nahdlatul Ulama (NU), sebagai anak Muhammadiyah, kami bangga dan sangat mengapresiasi PDI Perjuangan yang menyelenggarakan Harlah NU yang ke-95. Inilah wujud dan bukti betapa PDI Perjuangan benar-benar menjadi rumah Nusantara yang berkemajuan," kata Yayan.
 
Pihaknya mengucapkan selamat Hari Lahir NU ke-95 dan mendoakan semoga NU tetap istiqomah dalam menyebarkan ahlu sunnah dan dalam merawat NKRI.

Baca juga: Gus Nabil: PDIP rayakan Harlah NU menguatkan Islam dan nasionalisme
 
Yayan menjelaskan merujuk pada riset seorang Indonesianis Clifford Geertz di era Belanda, masyarakat digambarkan terbelah dalam kelompok santri, priyayi dan abangan.
 
Saat ini, kelompok sosial ini pun, kata dia, masih tercermin dalam peta politik Indonesia modern antara kelompok agama dan kelompok nasionalis.
 
Menurut Yayan, dua kelompok sosial ini seringkali dibenturkan, bukan direkatkan sebagai dua elemen kekuatan bangsa Indonesia.
 
"Beruntung ada PDI Perjuangan, yang mewarisi semangat gotong-royong dan ruh persatuan dari Bung Karno yang berkobar-kobar. PDI Perjuangan mewujud sebagai rumah nusantara bagi kelompok agama dan nasionalis," katanya.
 
Di PDIP, lanjut Yayan, seorang yang memegang teguh agama sesuai dengan keyakinannya, ia juga seorang nasionalis sejati. Sebaliknya, nasionalis sejati yang tumbuh subur di lahan ideologis PDIP juga adalah mereka yang memegang teguh agamanya dengan kokoh.

Baca juga: PDIP sebut NU benteng NKRI
 
"Termasuk di dalamnya itu adalah kami anak-anak muda Muhammadiyah dan NU. Kami adalah seorang muslim dan juga seorang nasionalis," kata Ketua Kornas Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu.
 
Lebih lanjut, Yayan menegaskan di dalam tubuh PDIP anak-anak muda Muhammadiyah dan NU sangat solid dan kokoh dalam menjalin ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia).
 
"Kami bersyukur, besar dan dibesarkan PDI Perjuangan. Lebih-lebih kami bersyukur, PDI Perjuangan sangat komitmen, konsisten dan teguh-kokoh dalam merawat kebhinnekaan dan keragaman dalam bingkai Darul Ahdi Wa Syahadah (sesuai konsensus bersama, menjunjung tinggi kebhinekaan)," ujar Yayan.

Baca juga: Bamusi: PDIP ikut gelar perayaan Harlah ke-95 NU

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hoaks atau Benar - Rocky Gerung mualaf? Ustad Abdul Somad haramkan facebook?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar