Dolar AS melemah ketika saham menanjak, mata uang berisiko menguat

Dolar AS melemah ketika saham menanjak, mata uang berisiko menguat

Karyawan menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di tempat penukaran valuta asing, Jakarta, Rabu (6/1/2021). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa.

Sebelumnya “greenback” mendapat dukungan karena para pedagang mewaspadai aksi sekelompok investor ritel yang terorganisir secara online akan melanjutkan serangannya terhadap “hedge fund” yang dalam posisi “short”, yang memicu peningkatan gejolak harg
London (ANTARA) - Dolar AS merosot ketika pasar saham global menguat pada Senin, sementara mata uang berisiko seperti pound Inggris, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru, menguat.

Yen Jepang menghentikan penurunan tiga hari berturut-turut, menguat terhadap dolar AS setelah mencapai level terendah dalam lebih dari dua bulan pada pekan lalu.

Mata uang AS melemah terhadap sebagian besar mata uang sejenis ketika saham Asia dan Eropa menguat setelah empat hari mengalami penurunan.

Baca juga: Dolar AS menguat, terkerek aksi jual saham dan naiknya "safe haven"

Sebelumnya “greenback” mendapat dukungan karena para pedagang mewaspadai aksi sekelompok investor ritel yang terorganisir secara online akan melanjutkan serangannya terhadap “hedge fund” yang dalam posisi “short”, yang memicu peningkatan gejolak harga.

Namun, fokus kelompok investor ritel tersebut tampaknya telah bergeser ke komoditas perak. Harga spot perak naik hampir 9 persen pada awal perdagangan di London pada Senin.

Ahli strategi di ING mengatakan kenaikan harga perak "menonjol" dalam situasi pembukaan pasar yang relatif tenang untuk pasar komoditas dan valuta asing pada pekan ini.

"Agaknya kelompok itu merasa masuk lebih dalam di pasar komoditas global memiliki risiko yang lebih ringan bagi investor ritel dari pada masuk di satu saham," kata mereka dalam sebuah catatan kepada klien.

"Demikian pula jika mereka mengalihkan perhatian ke pasar valuta, di mana banyak spekulan dalam posisi “short” dolar AS, maka mereka akan berpikir lebih baik membeli perak dan dolar AS."

Baca juga: Rupiah awal pekan ditutup menguat, dekati Rp14.000

Terhadap sejumlah mata uang sejenis, dolar AS diperdagangkan datar. Indeks yang mengukur kekuatan dolar AS berada dalam kisaran pergerakan dalam beberapa pekan terakhir, setelah bangkit dari level terendah dalam hampir tiga tahun di posisi 89,206 pada awal tahun.

Pound Ingris naik paling tinggi dalam kelompok mata uang G10, naik 0,3 persen hari ini menjadi 1,3732 dolar AS.

Baca juga: Yuan menguat lagi 86 basis poin jadi 6,4623 terhadap dolar AS

Yen diperdagangkan datar pada 104,76 yen per dolar AS.

Dolar Australia dan dolar Selandia Baru diperdagangkan datar, setelah sempat naik pada 0839 GMT.

Euro turun 0,2 persen dan diperdagangkan pada 1,2111 dolar AS.

Di tempat lain, crown Norwegia turun setengah persen terhadap dolar menjadi 8,5796 crown per dolar AS.

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Trade Expo Indonesia hasilkan transaksi 678,1 juta dolar AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar