Sri Mulyani paparkan lima kebijakan pendukung pemulihan ekonomi 2021

Sri Mulyani paparkan lima kebijakan pendukung pemulihan ekonomi 2021

Tangkapan layar - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Senin (1/2/2021). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Kemenkeu/pri.

Prospek perekonomian ini akan memerlukan dukungan kebijakan baik untuk akselerasi pemulihan maupun yang sifatnya memperbaiki kondisi fundamental atau struktural perekonomian
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan terdapat lima langkah kebijakan yang mendukung prospek pemulihan ekonomi Indonesia untuk tahun ini.

“Ada lima langkah kebijakan yang mendukung prospek pemulihan ekonomi tersebut,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani menyebutkan kebijakan pertama adalah pembukaan sektor-sektor produktif dan aman secara nasional maupun di masing-masing daerah.

“Sektor-sektor yang mulai bisa dibuka dan mulai bisa bekerja termasuk manufaktur dilakukan baik secara nasional maupun daerah,” ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Menperin apresiasi pelaku industri, PMI Manufaktur Indonesia naik lagi

Kebijakan kedua adalah percepatan dari realisasi kebijakan fiskal terutama dari sisi belanja negara, serta kebijakan ketiga adalah peningkatan dan pertumbuhan kredit perbankan dari sisi permintaan maupun penawaran.

Kebijakan keempat adalah keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial dan kebijakan kelima adalah percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya terkait pengembangan UMKM.

“Prospek perekonomian ini akan memerlukan dukungan kebijakan baik untuk akselerasi pemulihan maupun yang sifatnya memperbaiki kondisi fundamental atau struktural perekonomian,” ujar Sri Mulyani.

Baca juga: KSSK sebut stabilitas sistem keuangan normal, namun tetap waspada

Tak hanya itu, perbaikan dan pelaksanaan UU Cipta Kerja juga turut berpotensi menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus mengakselerasi pertumbuhan yang telah ada melalui peningkatan produktivitas.

“Itu juga akan meningkatkan nilai tambah dari sektor-sektor produksi serta integrasi antar sektor dan antar wilayah yang akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani memastikan KSSK akan terus mendukung dan mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui koordinasi serta sinergi kebijakan maupun instrumen.

“Tentu ini semuanya dilakukan bahwa COVID-19 terus bisa dikendalikan dan dikelola secara baik,” tegasnya.

Baca juga: Gubernur BI paparkan 3 strategi dukung pembiayaan dunia usaha

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkeu: Tantangan pemulihan ekonomi masih tinggi di tahun depan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar