Nina Kurnia Dewi beri tips manajemen pengetahuan di era new normal

Nina Kurnia Dewi beri tips manajemen pengetahuan di era new normal

Direktur Keuangan, MSDM dan Umum Perum LKBN Antara, Nina Kurnia Dewi dalam webinar Monday Mind  Cloud Idea (Momi Cloudia) Seri 2 yang digelar oleh Seameo Biotrop, Senin (1/2/2021). ANTARA/HO-Tangkapan Layar

mindset kita harus digital
Bogor (ANTARA) - Direktur Keuangan, MSDM dan Umum Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Nina Kurnia Dewi memberikan sejumlah tips mengubah pola pikir tentang manajemen pengetahuan di era new normal.

"New normal ini sebetulnya bukan menyesuaikan kebiasaan yang lama dengan kondisi yang baru. Tetapi adalah kita mengadopsi atau menciptakan tata kerja baru di industri yang lama," ungkapnya dalam webinar Monday Mind Cloud Idea (Momi Cloudia) Seri 2 yang digelar oleh Seameo Biotrop di Bogor, Jawa Barat, Senin.

Pada webinar bertajuk Shifting Mindset On Knowledge Management in New Normal Era itu Nina menyebutkan, manajemen pengetahuan yang baik diperlukan ketika banyak aktivitas yang perlu dikerjakan secara digital di tengah pandemi COVID-19.

"LKBN Antara tidak akan mengubah fungsinya dari membuat berita, mendistribusikan berita. Teman-teman di Seameo Biotrop juga tidak akan mengubah tupoksinya, sambil kedatangan pandemi yang bandel ini. Tetap di industrinya, tetapi kita harus mengadopsi dengan cara berbeda dari sebelumnya," terangnya.

Baca juga: Dampak COVID-19, pola kerja dari rumah bakal lebih lumrah

Menurutnya, kini tak sedikit pekerjaan yang tidak berbasis waktu, melainkan bisa dikerjakan kapan pun meski sedang tidak di kantor.

"Mindset kita harus digital, harus kemudian punya skill set yang baru. Kalau masih mengerjakan yang sifatnya sama, akan dilibas oleh teknologi," kata Nina.

Ia menerangkan, ada tiga poin besar yang merupakan sumber pengetahuan, yaitu manajemen informasi, manajemen pengalaman, dan manajemen ide.

"Ide harus dikelola dengan baik. Saya bersama teman-teman di LKBN Antara juga terus melakukan refleksi terhadap apa yang memang harus diperbuat oleh kita seiring pengelolaan managemen pengetahuan kantor kita sendiri," terangnya.

Di samping itu, Nina juga menyanjung Direktur Seameo Biotrop, Zulhamsyah Imran yang mampu melahirkan terobosan baru dalam dunia kerja di tengah pandemi COVID-19 berupa Momi Cloudia yang kini sudah menginjak seri kedua.

"Momi Cloudia hebat Pak Zul ini sudah menciptakan terobosan baru, di mana dari sinilah kemudian bagi teman-teman khususnya yang menangani SDM membangkitkan semangat kita sebagai human capital organisasi untuk gesit belajar," tutur Nina.

Baca juga: Kemnaker minta perusahaan susun pola kerja hindari penumpukan orang

Zulhamsyah Imran menyebutkan bahwa melalui manajemen pengetahuan yang baik ia akan mengajak koleganya untuk menuju visi misi bersama.

"Kalau ingin berjalan cepat memang berjalan sendiri, tapi jika ingin berjalan jauh harus bersama-sama," kata Zul.

Sementara itu, Manajer HCID Seameo Biotrop, Dewi Suryani menyebutkan bahwa kegiatan Momi Cloudia dilaksanakan pada awal Januari 2021. Hingga kini, kegiatan yang digagas oleh Zulhamsyah itu sudah berlangsung sebanyak dua kali.

Baca juga: Menaker: 29,12 juta penduduk usia kerja terdampak pandemi COVID-19
Baca juga: Pelaku industri fesyen Bandung ubah strategi usaha selama pandemi

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar