Harga minyak melonjak di atas 2 persen, dipicu turunnya stok minyak AS

Harga minyak melonjak di atas 2 persen, dipicu turunnya stok minyak AS

Ilustrasi - Pengunjung datang ke rig Petrobas lepas pantai di Santos, Brazil . ANTARA/REUTERS/Pilar Olivares/pri.

Minyak mentah didukung oleh banyak faktor kecil minggu ini - perkiraan penurunan di Cushing, kenaikan tak terduga permintaan bahan bakar musim dingin di tengah cuaca yang lebih dingin...
New York (ANTARA) - Harga minyak melonjak di atas dua persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) didukung oleh penurunan persediaan minyak mentah AS dan meningkatnya permintaan bahan bakar musim dingin ketika salah satu badai salju terburuk dalam beberapa tahun melanda wilayah Northeast Amerika Serikat.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April terangkat 1,31 dolar AS atau 2,4 persen, menjadi menetap di 56,35 dolar AS per barel. Harga Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret bertambah 1,35 dolar AS atau 2,6 persen menjadi ditutup di 53,55 dolar AS per barel.

Kedua acuan harga minyak naik hampir delapan persen pada Januari.

Data pemerintah AS pekan lalu menunjukkan penarikan 2,3 juta barel dalam stok di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman minyak mentah berjangka. Penurunan mingguan 2,3 juta barel lainnya diperkirakan, analis dan pedagang mengatakan mengutip laporan Wood Mackenzie.

Baca juga: Pasar ketat di paruh pertama dapat angkat harga minyak jadi 65 dolar

"Minyak mentah didukung oleh banyak faktor kecil minggu ini - perkiraan penurunan di Cushing, kenaikan tak terduga permintaan bahan bakar musim dingin di tengah cuaca yang lebih dingin, dan pembicaraan lebih lanjut di Capitol Hill tentang stimulus bantuan tunai," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Northeast AS telah dilanda badai salju musim dingin yang kuat, menghantam petak luas yang membentang dari Pennsylvania hingga New England dan menyebabkan gangguan yang meluas di Kota New York dan pusat kota besar lainnya di wilayah tersebut.

Goldman Sachs mengatakan harga minyak bisa naik menjadi 65 dolar AS pada Juli, memperkirakan defisit pasar minyak 900.000 barel per hari (bph) pada paruh pertama 2021, tingkat yang lebih tinggi dari prediksi sebelumnya sebesar 500.000 barel per hari.

Produksi minyak OPEC naik untuk bulan ketujuh pada Januari, sebuah survei Reuters menemukan, setelah kelompok tersebut dan sekutunya setuju untuk mengurangi pembatasan pasokan lebih lanjut, meskipun pertumbuhan produksi lebih kecil dari yang diperkirakan.

Baca juga: Harga minyak Brent naik,di tengah peluncuran vaksin yang lamban

"Sepertinya kepatuhan OPEC benar-benar mendorong minyak lebih tinggi, serta ekspektasi bahwa kita akan melihat persediaan AS mengetat selama beberapa minggu ke depan," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.

Produksi kondensat minyak dan gas Rusia juga meningkat pada Januari, dua sumber mengatakan kepada Reuters pada Senin (1/2/2021), tetapi peningkatan itu sejalan dengan ekspektasi, menyusul kesepakatan Moskow dengan OPEC mengenai pengurangan produksi.

Pengebor minyak dan gas AS bersiap untuk peningkatan permintaan. Karena harga yang lebih tinggi membuat sumur baru menguntungkan lagi, mereka menambahkan rig untuk bulan keenam berturut-turut pada Januari.

Data produksi AS dari Badan Informasi Energi menunjukkan produksi naik di atas 11 juta barel per hari pada November, pertama kalinya melebihi angka itu sejak April.

Baca juga: Harga minyak turun, pasar fokus penundaan vaksin dan kasus COVID-19

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KPBB menilai harga BBM terlalu mahal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar