PGRI minta Kemendikbud tak bikin pernyataan yang meresahkan guru

PGRI minta Kemendikbud tak bikin pernyataan yang meresahkan guru

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof. Unifah Rosyidi dalam FGD daring di Jakarta, Selasa (2/2/2021). ANTARA/Indriani.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof. Unifah Rosyidi meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk tidak bikin pernyataan yang meresahkan para guru.

“Sering sekali guru jadikan beban, bahkan hampir setiap hari mendengar pernyataan yang tidak nyaman dari Kemendikbud. Misalnya, ada tunjangan profesi guru hanya dibayarkan pada guru yang berprestasi. Meskipun dibantah, banyak sekali pernyataan yang meresahkan para guru,” ujar Unifah dalam FGD Peta Jalan Pendidikan yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Selasa.

Seharusnya, kata Unifah, Kemendikbud hendaknya fokus bagaimana agar pembelajaran berlangsung efektif pada situasi sulit seperti saat ini. Oleh karena itu, jangan ada pernyataan yang bikin heboh dan meresahkan para guru.

PGRI dalam waktu dekat akan merancang buku aktivitas yang membantu para guru dan siswa dalam belajar. Meski dalam situasi yang serba terbatas, Unifah mengatakan PGRI tetap mengabdi bagaimana agar kompetensi guru semakin meningkat.

Baca juga: PGRI nilai kebijakan peta jalan pendidikan kurang berbasis bukti

Baca juga: PGRI dorong guru dan siswa mendapatkan vaksinasi COVID-19


“Jangan dibilang kalau guru itu penting, tapi ada pernyataan yang bikin resah. Tolonglah guru diberikan ketenangan. Termasuk guru-guru Satuan Pendidikan Kerja sama (SPK) yang tunjangan sertifikasinya dicabut,” kata Unifah.

Dia mengatakan bahwa memang guru SPK mengajar di sekolah kerja sama, tetapi para guru tersebut juga mempunyai keluarga. Lagi pula para guru itu bekerja untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

“Begitu juga perekrutan guru CPNS, yang tanpa persetujuan DPR, dikatakan akan dihilangkan. Dampaknya kemana-mana, karena anak-anak muda kita tidak akan tertarik lagi menjadi guru,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Unifah meminta agar Kemendikbud melibatkan pesantren dalam penyusunan Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035, dan juga melakukan pembinaan pada Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK).*

Baca juga: Sekolah tatap muka atau tatap layar?

Baca juga: PGRI Kota Bogor usulkan guru divaksinasi sebelum dimulai PTM


Pewarta: Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden dorong kesejahteraan guru honorer

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar