Delapan siswa wakili Indonesia di "Internasional Water Challenge"

Delapan siswa wakili Indonesia di "Internasional Water Challenge"

Kegiatan 'Internasional Water Challenge' secara virtual yang digagas Invent Future Global (IF.G) sebagai wujud partisipasi dan ambil bagian dalam rangka penyelesaian masalah dunia. ANTARA.

kreativitas untuk berkontribusi dalam perubahan dunia
Surabaya (ANTARA) - Sebanyak delapan siswa berhak mewakili Indonesia di ajang "Internasional Water Challenge" yang digagas Invent Future Global (IF.G) sebagai wujud partisipasi dan ambil bagian dalam rangka penyelesaian masalah dunia.

"Siswa yang terpilih adalah mereka yang dinilai memiliki rasa empati, keinginan, semangat dan kreativitas untuk berkontribusi dalam perubahan dunia," ujar Chief Creative Officer dari Krya, Liza Stephanie, dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Surabaya, Selasa.

IF.G merupakan persatuan internasional dari organisasi yang berfokus pada inovasi dan penemuan dengan berbagi tujuan sama untuk menghubungkan siswa dalam mengembangkan keterampilan memecahkan masalah, inovasi, penemuan, kesadaran global, dan kolaborasi internasional.

Siswa yang berpartisipasi adalah berusia 9 tahun-18 tahun yang telah mendaftarkan diri di Organisasi IF.G negara masing masing, dan dalam hal ini Indonesia diwakili oleh Krya, yakni organisasi pengembangan kreativitas dan inovasi pemuda.

Baca juga: BPBD: air warga Minahasa Tenggara layak dikonsumsi

Baca juga: Peneliti: air laut dalam berpotensi layak konsumsi

Kedelapan siswa dari Indonesia yakni Clayton SN, Handika AD., Victor Fu, Nadine S, Heinrich NS, Azarel CS, Ramses WH, dan Axel J.

Total 85 peserta dari 15 negara turut ambil bagian, antara lain Indonesia, Vietnam, Bangladesh, China, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Suriah, Cile, Meksiko, Swedia, Qatar dan Mesir.

Pada kesempatan tersebut, para siswa terpilih berdiskusi serta berkolaborasi untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi bersama mengenai masalah air layak minum di seluruh dunia.

Sementara itu, "IF.G Water Challenge" adalah rangkaian dari tiga sesi pertemuan internasional interaktif serta daring yang seluruhnya berfokus masalah global tertentu sebagaimana ditentukan oleh Sustainable Development Goals (SDGs) oleh PBB.

Pada tahun 2021, tema yang dipilih oleh adalah "Clear Water and Sanitation" dan berlangsung secara virtual yang materinya yaitu "Problem Identification and Sharing" pada 30 Januari, "Brainstorming and Scamper" pada 27 Februari, serta "Final Presentation Pitch" pada 20 Maret.

Baca juga: Wapres dorong penyediaan air minum layak di daerah capai 100 persen

Baca juga: Uji sampel DLH: Kualitas air Sungai Ogan masih layak konsumsi

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pj Gubernur Kalsel tantang warganya tanam 1 juta pohon

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar