Belanja pakai voucer masih diminati di Indonesia, ini faktornya

Belanja pakai voucer masih diminati di Indonesia, ini faktornya

Ilustrasi - Belanja pakai voucer. ANTARA/Pixabay.

Jakarta (ANTARA) - Berbelanja menggunakan voucer belanja ternyata masih diminati oleh masyarakat Indonesia, tak terkecuali di masa pandemi.

Menurut platform yang memproduksi serta mendistribusikan voucer atau gift card di Indonesia, Ultra Voucher, terdapat beberapa faktor yang terus mendorong minat pengguna saat ini.

Baca juga: Tips hindari penipuan "diamond game"

Chief Executive Officer Ultra Voucher Hady Kuswanto, melalui diskusi media secara virtual, Selasa, menjelaskan bahwa voucer menjadi alternatif untuk memenuhi gaya hidup masyarakat Indonesia yang gemar menggunakan promosi, diskon dan juga kemudahan penggunaan voucher dalam gaya hidup sehari-hari.

Sementara, Chief Operating Officer & Co-Founder Ultra Voucher, Riky Boy Permata menambahkan, "Customer sekarang ini lebih mudah dan teliti untuk berbelanja. Adapun mereka yang biasa membeli voucer adalah karena untuk diberikan sebagai hadiah, atau bahkan untuk diri sendiri. Dan lebih teliti juga melihat diskon dan mereka sering cari info di internet maupun lokasi."

Selain individual, pembelian voucer atau gift card juga menarik bagi perusahaan dan merchant. Misalnya untuk memberikan apresiasi bagi pelanggan setia, promosi produk, hingga menarik engagement lebih dekat dengan pelanggan lama maupun baru.

Lebih lanjut, Riky tak menampik bahwa di 2020 terjadi sebuah tren menarik dari gaya berbelanja masyarakat. Antusiasme masyarakat dalam penggunaan aplikasi Ultra Voucher di masa pandemi semakin meningkat karena mudahnya memenuhi gaya hidup sehari-hari dengan harga diskon.

Di kuartal kedua 2020, masyarakat cenderung menahan diri untuk berbelanja. Namun, di kuartal tiga dan empat, tren tersebut mulai berganti seiring penyesuaian dan kebijakan pemerintah.

"Di kuartal tiga dan empat, kita menambah growth yang signifikan dari member, active user, transaksi, karena pengguna biasanya berbelanja secara online, dan membayar via dompet digital dan voucer digital demi mendapatkan diskon," kata Riky.

"Di outlet (luring) juga mulai diminati, mengingat di sana juga menggunakan protokol kesehatan. Kita (sebagai penyedia jasa voucer) memberikan variasi banyak untuk belanja online dan offline," imbuhnya.


Baca juga: Target Jual Gift Card Facebook

Baca juga: Mengapa "refund" tiket pesawat justru dapat voucher?

Baca juga: Gojek beri voucher perjalanan untuk tenaga kesehatan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mendag siapkan aturan penyeimbang penjualan daring dan luring

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar