Kemendikbud: Perguruan tinggi minati Kampus Mengajar Perintis

Kemendikbud: Perguruan tinggi minati Kampus Mengajar Perintis

Anak didik sedang mengikuti proses belajar mengajar di sekolah dasar negeri Kulati, Kabupaten Wakatobi sebelum pandemi COVID-19 di Tanah Air. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengatakan program Kampus Mengajar Perintis yang digagas oleh instansi tersebut mendapat respon baik dan diminati oleh banyak perguruan tinggi di Tanah Air.

"Hasil evaluasi pelaksanaan Kampus Mengajar Perintis, ternyata banyak sekali perguruan tinggi yang meminta ikut berperan dan ingin menyumbangkan mahasiswanya untuk mengajar," kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud Prof Aris Junaidi saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Melihat tingginya animo perguruan tinggi, program tersebut akan dilanjutkan Kemendikbud secara nasional. Artinya, semua perguruan tinggi boleh ikut menyumbangkan mahasiswa untuk mengabdi di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) selama satu semester.

Baca juga: 20 ribu mahasiswa bantu majukan pendidikan di daerah 3T

"Semua mahasiswa boleh mendaftar asalkan memenuhi kualifikasi yang kita inginkan," ujar Prof Aris.

Tahapan program Kampus Mengajar Perintis sejatinya telah dimulai oleh Kemendikbud pada September 2020. Kegiatan yang merupakan bagian dari Kampus Merdeka tersebut melibatkan sekitar 2.500 mahasiswa dari berbagai latar belakang program studi.

Para mahasiswa yang tergabung dalam program tersebut dikirim ke sekolah-sekolah dasar negeri yang masih berstatus akreditasi C.

Selama satu semester, para mahasiswa diminta berperan aktif dan memberikan sentuhan kepada sekolah, kepala sekolah, guru hingga anak-anak didik.

Baca juga: 7.800 mahasiswa UNP ikuti Program Merdeka Belajar

Prof Aris mengatakan saat ini masih banyak bahkan ribuan sekolah dasar dengan status akreditasi C di daerah 3T yang membutuhkan bantuan dan sentuhan mahasiswa.

Sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T tersebut terbatas dengan beberapa aspek. Mulai dari kualitas guru, sarana dan prasarana sekolah dan berbagai faktor lainnya.

Pada 2021, pemerintah melalui Kemendikbud telah mencanangkan sekitar 20 ribu mahasiswa akan melaksanakan program Kampus Mengajar Perintis. Nantinya, mereka disebar ke berbagai daerah untuk membantu kemajuan sekolah dasar di daerah 3T.

Baca juga: Kreativitas dan kolaborasi sangat penting dimiliki mahasiswa
Baca juga: Kemendikbud : Tujuan Kampus Merdeka hasilkan lulusan yang relevan
Baca juga: Kemendikbud luncurkan Kompetisi Kampus Merdeka

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemendikbud dan BI siap gelar program Kampus Merdeka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar