TNI AL: Masih banyak rumah yang terendam di Batola

TNI AL: Masih banyak rumah yang terendam di Batola

Tim SAR gabungan TNI Angkatan Laut menyisir wilayah Kabupaten Barito Kuala yang terdampak banjir untuk penyaluran bantuan. ANTARA/Firman.

Banjarmasin (ANTARA) - Tim SAR gabungan TNI Angkatan Laut terus menyisir wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, yang masih banyak rumah terendam banjir untuk penyaluran bantuan.

"Ketinggian air mulai menurun, namun di beberapa titik masih banyak rumah yang terendam, terutama di bantaran sungai. Masyarakat masih banyak memerlukan bantuan untuk memulihkan kondisi pasca banjir," kata Kapten Laut (P) Febrian Rinal dari Tim SAR TNI AL, Rabu.

Menggunakan perahu karet, tim TNI AL beranggotakan prajurit Lanal Banjarmasin, Satuan Komando Pasukan Katak Koarmada II, Penyelam TNI AL (Dislambair) Koarmada II dan Marinir bergerak menyusur sungai menuju daerah yang masih terisolir akibat banjir seperti di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit untuk mendistribusikan bantuan langsung kepada masyarakat.

TNI AL juga mengawal ibu-ibu Jalasenastri Cabang 4 Korcab XIII guna distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak musibah banjir di Desa Sawahan, Kecamatan Cerbon dan Desa Puntik, Kecamatan Mandastana.

Baca juga: Polisi evakuasi wanita akan melahirkan di tengah banjir di Batola

Baca juga: Brimob Kalsel alihkan fokus ke wilayah banjir Barito Kuala
Jalasenastri Cabang 4 Korcab XIII menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Batola. (ANTARA/Firman)


Selain mendistribusikan bantuan dari TNI AL, tim juga memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di posko pengungsian.

Menurut Ketua Cabang 4 Korcab XIII DJAII Dewi Sandharianto, sejumlah warga mengeluhkan sakit seperti gatal-gatal, demam, diare dan flu.

Tim dokter yang dipimpin Mayor Laut (K/W) dr. Meutia Indra Sakti mengingatkan warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah bencana banjir.

"Ingat banjir boleh saja surut, tapi pandemi COVID-19 masih terjadi. Jadi warga tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan," tuturnya.*

Baca juga: Sembilan desa di Barito Kuala terendam banjir

Baca juga: Efek La Nina signifikan saat Indonesia masuki puncak musim hujan

 

Pewarta: Firman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar