DPR RI siap usulkan pembangunan embung di Kudus untuk reduksi banjir

DPR RI siap usulkan pembangunan embung di Kudus untuk reduksi banjir

Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid saat menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (3-2-2021). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Pemerintah sudah memprogramkan 1.000 embung.
Kudus (ANTARA) -
Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid siap mengusulkan kepada kementerian terkait untuk membangun embung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, guna mereduksi potensi banjir di Kudus dan Jepara setiap musim hujan.
 
"Sebelum musim hujan, setiap daerah seharusnya menyiapkan fasilitas infrastrukturnya, terutama di daerah lembah atau dataran rendah yang berpotensi terjadi banjir kala turun hujan," kata Abdul Wachid ketika mengunjungi korban banjir di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu.
 
Menurut dia, program normalisasi sungai juga harus jalan, terutama untuk aliran sungai yang sudah mengalami sedimentasi parah agar daya tampungnya bisa maksimal sekaligus mengurangi potensi banjir.
 
Untuk mengatasi banjir di Desa Setrokalangan dan Blimbing Kidul (Kecamatan Kaliwungu) serta Desa Dorang (Kecamatan Nalumsari), selain normalisasi sungai, juga dibuatkan sudetan ke arah barat menuju Kabupaten Jepara.

Baca juga: Musi Banyuasin bangun embung dan sumbur bor di lokasi rawan terbakar
 
Upaya lainnya, yakni dengan pembuatan embung di Kabupaten Kudus yang kelak bisa mengatasi permasalahan banjir di sejumlah desa tersebut setiap kali terjadi curah hujan tinggi.

Ia mencontohkan banjir di Desa Dorang, di antaranya menerima limpasan banjir dari Blimbing Kidul. Jika sudah tersedia embung, tidak akan berdampak banjir di daerah lain.
 
"Manfaatnya tidak hanya saat musim hujan bisa menampung air sehingga bisa mengurangi genangan, tetapi pada musim kemarau bisa menjadi stok untuk pengairan lahan pertanian di daerah setempat," ujar Abdul Wachid yang juga Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Gerindra Komisi VIII DPR RI.
 
Kehadiran embung, lanjut dia, juga bisa mendatangkan manfaat ekonomi dari sisi pengembangan pariwisatanya serta budi daya perikanan air tawar.
 
"Sebelumnya, pemerintah sudah memprogramkan 1.000 embung. Kami akan mencoba mengusulkannya kembali sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana alam dari bidang tugas Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan BNPB," ujarnya.
 
Usulan tersebut akan disampaikan kepada pihak Kementerian PU dan Kementerian Pertanian dengan harapan pada tahun 2022 bisa direalisasikan.

Baca juga: Embung air Kementerian PUPR di Pulau Rhun tak berfungsi maksimal
 
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Bupati Kudus Hartopo mengusulkan pembangunan embung di Desa Setrokalangan (Kecamatan Kaliwungu) dan Desa Kesambi atau Temulus (Kecamatan Mejobo). Beberapa desa di dua kecamatan tersebut selama ini tercatat menjadi langganan banjir setiap kali memasuki musim hujan.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar