PON 2021 Papua

KONI Pusat: izin kompetisi olahraga jadi awal bagus untuk PON Papua

KONI Pusat: izin kompetisi olahraga jadi awal bagus untuk PON Papua

Dokumentasi - Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman saat membuka acara Musorprov KONI Jambi. ANTARA/Nanang Mairiadi.

Apakah PON bisa dilaksanakan atau tidak, ya tergantung kegiatan-kegiatan yang kita bahas ini. Kalau ada event olahraga yang sudah bisa bergulir, baik basket, sepak bola atau voli, saya optimistis PON akan kita laksanakan
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan bahwa pemberian izin penyelenggaraan kompetisi olahraga musim 2021 akan menjadi awal yang bagus untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua agar dapat berlangsung sesuai rencana pada Oktober mendatang.

Menurut Marciano, penyelenggaraan kompetisi olahraga profesional nasional seperti Liga 1, Liga Bola Basket Indonesia (IBL), atau Proliga menjadi penting dilaksanakan. Tak hanya untuk menghidupkan kembali industri olahraga, tetapi juga menemukan format baru pelaksanaan liga di tengah pandemi COVID-19.

“Bergulirnya kompetisi olahraga akan jadi tolok ukur untuk olahraga lainnya. Kita punya agenda besar di 2021, yakni PON Papua,” kata Marciano Norman dalam webinar “Harapan Olahraga Indonesia di tengah Pandemi” yang diadakan oleh SIWO PWI Pusat di Jakarta, Rabu.

Baca juga: PB PON siapkan skenario jika PON Papua digelar tanpa penonton

“Apakah PON bisa dilaksanakan atau tidak, ya tergantung kegiatan-kegiatan yang kita bahas ini. Kalau ada event olahraga yang sudah bisa bergulir, baik basket, sepak bola atau voli, saya optimistis PON akan kita laksanakan,” ujar dia menambahkan.

Terkait keputusan apakah PON Papua digelar dengan atau tanpa penonton, Marciano mengatakan hal itu akan menjadi pertimbangan para pemangku kebijakan, baik Satgas Penanganan COVID-19 maupun pihak kepolisian.

Mantan kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) itu mengajak kepada seluruh pihak untuk bersama-sama mencari solusi untuk menghidupkan kembali kegiatan olahraga nasional dengan aman. Menurutnya, menghentikan kompetisi bukanlah pilihan.

“Kita tidak bisa pasrah, tidak melakukan apa-apa. Tapi cari solusi supaya kita bisa melaksanakan event-event olahraga itu,” tuturnya.

Marciano sebelumnya menyatakan bahwa penyelenggaraan PON Papua tanpa penonton merupakan pilihan alternatif apabila masih adanya ancaman pandemi COVID-19.

Skenario terburuknya, pesta olahraga empat tahunan itu bisa saja kembali ditunda atau dibatalkan seandainya situasi pandemi virus corona di Tanah Air tak kunjung membaik.

Baca juga: KONI Pusat dan LPDUK jalin kerja sama pengelolaan dana sponsor PON
Baca juga: KONI Papua buka opsi gelar PON XX tanpa penonton


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Aceh siap jadi tuan rumah PON 2024

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar