4.000 bibit ikan larangan ditebar di Telaga Pulau Belibis, Sumbar

4.000 bibit ikan larangan ditebar di Telaga Pulau Belibis, Sumbar

Wali Kota Solok, Sumatera Barat Zul Elfian, Kamis (4/2/2021) melepas 4.000 ribu bibit ikan larangan di Telaga Pulau Belibis. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Solok)

Kegiatan ini juga sebagai bentuk upaya pemberdayaan pemuda dalam pengembangan kawasan wisata Pulau Belibis
Solok, Sumbar (ANTARA) - Wali Kota Solok, Sumatera Barat Zul Elfian melepaskan sebanyak 4.000 bibit ikan larangan di Telaga Pulau Belibis, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan.

"Bibit ikan yang dilepaskan ini merupakan salah satu dari kegiatan dana kelurahan yang akan dikelola oleh pemuda Kampung Jawa," katanya di Kampung Jawa, Kota Solok, Kamis.

Ia mengapresiasi antusiasme pemuda di bawah binaan Kelurahan Kampung Jawa tersebut karena mampu melahirkan kegiatan yang positif.

Salin itu, menurut dia, kegiatan ini juga sebagai bentuk upaya pemberdayaan pemuda dalam pengembangan kawasan wisata Pulau Belibis.

"Saya mengapresiasi atas inisiasi dan semangat pemuda yang mau untuk berinovasi dalam mendukung program-program daerah," katanya.

Untuk itu, ia berpesan agar kegiatan ini dikelola dengan baik dan diawali dengan kejujuran, serta mempersiapkan pelaporan.

Sehingga kegiatan seperti ini akan semakin berkembang ke depannya. "Mari kita jaga bersama, semoga dapat memberikan hasil yang terbaik" kata Zul Elfian.

Selain itu, juga didukung Taman Rekreasi Pulau Belibis yang terletak di Kelurahan Kampung Jawa, yakni berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Solok bisa dikembangkan secara sinergis.

Kawasan wisata Pulau Belibis didukung oleh beberapa objek wisata lainnya seperti taman pramuka, arena pacuan kuda, dan Ampang Kualo.

Tidak hanya itu, di taman rekreasi ini pengunjung bisa bermain perahu bebek dan naik ke miniatur balon udara, pengunjung bisa menikmati wahana yang ada dengan tarif murah meriah.

Ia mengatakan taman ini pun sebagai tempat wisata keluarga yang bernuansa alam, taman rekreasi pulau belibis juga dibangun pada lahan seluas lebih kurang empat hektare.

Di taman rekreasi Pulau Belibis ini terdapat sebuah telaga yang cukup besar, yang dulunya didiami berbagai jenis unggas, seperti belibis. Jenis unggas inilah yang menjadi alasan penamaan Taman Pulau Belibis oleh masyarakat Kota Solok. 

Baca juga: Kearifan lokal ikan larangan cegah penangkapan secara berlebihan

Baca juga: 16 ribu bibit ikan garing ditebar di dua lubuk larangan Agam-Sumbar

Baca juga: Satu ton ikan di Danau Maninjau mati massal

Baca juga: DLH Sumbar turunkan tim selidiki kematian ikan di Batang Maek

 

Pewarta: Laila Syafarud
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumbar perlu Perda Ekosistem Laut untuk atasi ancaman abrasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar