LPEI jalin kerja sama penjaminan dengan Bank BTN

LPEI jalin kerja sama penjaminan dengan Bank BTN

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman antara LPEI dengan Kementerian Keuangan, dan LPEI dengan PII dalam Program Penjaminan Pemerintah Kepada Korporasi Padat Karya Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. ANTARA/HO-LPEI.

Dengan skema penjaminan kredit, pelaku usaha yang terdampak COVID-19, baik yang berorientasi ekspor maupun nonekspor, diharapkan dapat memperoleh tambahan modal kerja dari perbankan sehingga dapat mempertahankan aktivitas usahanya
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menjalin kerja sama dengan Bank BTN tentang penjaminan pemerintah untuk pelaku usaha korporasi dalam rangka pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sekretaris Lembaga LPEI Agus Windiarto mengatakan sebagai Special Mission Vehicles (SMV) Kementerian Keuangan, LPEI bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) melakukan penjaminan atas penyaluran kredit Bank BTN kepada pelaku usaha korporasi yang terdampak COVID-19.

"Dengan skema penjaminan kredit, pelaku usaha yang terdampak COVID-19, baik yang berorientasi ekspor maupun nonekspor, diharapkan dapat memperoleh tambahan modal kerja dari perbankan sehingga dapat mempertahankan aktivitas usahanya," ujar Agus melalui keterangan di Jakarta, Kamis.

Program penjaminan PEN merupakan langkah pemerintah, agar pelaku usaha dapat melakukan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan modal kerjanya, sementara pihak perbankan selaku pemberi pinjaman merasa lebih percaya diri dalam mengambil risiko.

Agus menuturkan program penjaminan pemerintah (Jaminah) direspons positif, baik oleh perbankan maupun kalangan dunia usaha. Saat ini LPEI telah bersinergi dengan berbagai perbankan nasional, bank daerah, untuk terus mendorong program PEN pemerintah di segmen korporasi, dimana LPEI bertindak sebagai penjamin kredit.

Program PEN dituangkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 23 Tahun 2020 dan Peraturan pendukung antara lain PMK 98/PMK.08/2020 tentang program penjaminan pemerintah kepada pelaku usaha korporasi.

Pada PMK ini ditetapkan bahwa penjaminan pemerintah diberikan melalui LPEI dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PII atas penyaluran kredit kepada pelaku usaha korporasi yang terdampak COVID-19 dan memiliki kriteria kegiatan usaha berorientasi ekspor dan/atau padat karya, dengan tujuan untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Guna lebih memperluas jangkauan dan mengoptimalkan program PEN, pemerintah memberikan mandat kepada LPEI untuk dapat melakukan penjaminan bersama dengan PII untuk sektor non orientasi ekspor dengan porsi minoritas.

Baca juga: LPEI salurkan pembiayaan Rp4 triliun ke PTPN III
Baca juga: LPEI dapatkan pendanaan 200 juta dolar AS dari KEXIM
Baca juga: LPEI dan Bank Jateng jalin kerja sama penjaminan kredit 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polisi tangkap seorang tersangka teroris di Jayapura

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar