Terima proposal Tesla, pemerintah gelar pertemuan lanjutan pekan depan

Terima proposal Tesla, pemerintah gelar pertemuan lanjutan pekan depan

Ilustrasi - Foto yang diabadikan pada 26 Oktober 2020 ini menunjukkan kendaraan Tesla Model 3 yang diproduksi di China (made in China) . ANTARA FOTO/Xinhua/Ding Ting/pras.

Yang jelas, kalau mereka hanya mau ambil bahan baku, kita tidak tertarik. Tidak atraktif menurut kita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) menerima proposal investasi dari Tesla, Kamis (4/2), dan akan menggelar pertemuan secara virtual pada pekan depan untuk mendapatkan penjelasan secara resmi dari perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat itu.

"Terkait Tesla, proposal sudah saya terima kemarin (Kamis, 4/2) pagi. Kita sedang pelajari secara internal. Next week (pekan depan) kita akan ketemu mereka untuk mendapatkan penjelasan secara resmi, secara langsung, dari mereka terkait proposal yang mereka ajukan," kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto dalam jumpa pers virtual, Jumat.

Seto mengaku tidak bisa mengungkapkan secara rinci isi proposal investasi Tesla. Terlebih sebagai perusahaan publik, Tesla juga ketat soal informasi yang dibagikan mengenai aksi perusahaan.

"Saya tidak bisa membuka detailnya, karena dari sisi mereka sangat sensitif, artinya mereka tidak mau dibuka terlebih dahulu kepada publik, karena terkait mungkin mereka adalah perusahaan publik, mereka sangat strict (ketat) sekali terkait hal-hal itu," katanya.

Baca juga: Luhut sebut hari ini atau besok pemerintah terima proposal Tesla

Nantinya, kata dia, dalam pertemuan tersebut akan melibatkan juga sejumlah BUMN terkait pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik seperti Antam dan Inalum (MIND ID).

"Jadi minggu depan kita akan diskusi langsung dengan mereka, nanti akan melibatkan Antam, Inalum," tambahnya.

Kendati tidak secara rinci, Seto mengungkapkan proposal investasi yang disampaikan Tesla ke pemerintah Indonesia agak berbeda dengan yang diminta CATL dan LG Chem.

Baca juga: Tim Percepatan Baterai Listrik ungkap progres negosiasi dengan Tesla

CATL dan LG Chem merupakan produsen baterai kendaraan listrik global yang juga akan ikut terlibat dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

Menurut Seto, basis teknologi yang akan digunakan Tesla sedikit berbeda. Namun pemerintah Indonesia sangat menantikan kerja sama dengan perusahaan mobil listrik milik Elon Musk itu.

"Kalau saya lihat sepintas memang based technology yang mereka gunakan agak beda. Tapi kami excited (senang) karena bisa dibilang Tesla ini untuk teknologi lithium battery untuk kendaraan listrik, ini salah satu yang terbaik di dunia," ungkapnya.

Baca juga: Holding baterai listrik ditargetkan rampung semester pertama tahun ini

Seto menilai masuknya tiga pemain global industri baterai kendaraan listrik dan kendaraan listrik di Indonesia, yakni LG Chem, CATL dan Tesla akan jadi kesempatan emas bagi anak bangsa untuk bekerja sama dan belajar teknologi yang lebih maju.

Ia menambahkan kendati tidak bisa mengungkap lebih jelas, masuknya Tesla ke Indonesia bukan sekadar hanya mengambil bahan baku untuk kepentingan bisnis kendaraan listrik.

"Yang jelas, kalau mereka hanya mau ambil bahan baku, kita tidak tertarik. Tidak atraktif menurut kita. Detailnya belum bisa kami disclose, tapi lebih dari sekadar ambil bahan baku," pungkas Seto.

Baca juga: Medco pasang SPKLU untuk "charging" kendaraan listrik di SCBD

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Musk mengalahkan Bezos sebagai orang terkaya di dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar