BPS: Hanya konsumsi pemerintah yang tumbuh positif selama 2020

BPS: Hanya konsumsi pemerintah yang tumbuh positif selama 2020

Tangkapan layar - Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (5/2/2021). ANTARA/Tangkapan Layar Youtube BPS Statistik/pri.

Seluruh komponen tumbuh negatif kecuali konsumsi pemerintah yang bisa tumbuh 1,94 persen (yoy) pada 2020
Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan hanya komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang tercatat tumbuh positif pada 2020, mengingat perekonomian belum sepenuhnya pulih dari pandemi COVID-19.

"Seluruh komponen tumbuh negatif kecuali konsumsi pemerintah yang bisa tumbuh 1,94 persen (yoy) pada 2020," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan pertumbuhan konsumsi pemerintah terbantu oleh tingginya realisasi belanja barang dan jasa yang dilakukan Kementerian/Lembaga (K/L) pada triwulan III dan IV-2020.

Meski demikian konsumsi pemerintah ini turun dibandingkan periode 2019 yang tumbuh 3,26 persen karena adanya perlambatan realisasi belanja pegawai maupun perjalanan dinas.

Baca juga: BPS catat ekonomi Indonesia pada 2020 terkontraksi 2,07 persen

"Konsumsi pemerintah hanya tumbuh 1,94 persen, karena terjadi penurunan belanja pegawai. Tidak ada pemberian insentif bagi pegawai di 2020 dan terjadi penurunan belanja dinas," kata Kepala BPS itu.

Kelompok pengeluaran lainnya tercatat tumbuh negatif pada 2020 seperti konsumsi rumah tangga yang minus 2,63 persen, pembentukan modal tetap bruto minus 4,95 persen, dan ekspor minus 7,7 persen.

Konsumsi rumah tangga terkontraksi selama 2020, karena masih rendahnya daya beli masyarakat, yang tercermin dari turunnya penjualan eceran minus 12,03 persen dan turunnya impor barang konsumsi minus 10,93 persen.

Selain itu konsumsi rumah tangga yang menjadi penyumbang terbesar PDB terpengaruh oleh turunnya penjualan mobil penumpang dan sepeda motor masing-masing minus 50,49 persen dan 43,54 persen.

Baca juga: BPS: Komunikasi dan jasa kesehatan topang ekonomi RI sepanjang 2020

Sementara itu berdasarkan kelompok provinsi, wilayah yang mencatatkan pertumbuhan positif di 2020 adalah Sulawesi sebesar 0,23 persen serta Maluku dan Papua sebesar 1,44 persen.

Menurut Suhariyanto, daerah yang menjadi penopang pertumbuhan positif di Sulawesi adalah Sulawesi Tengah yang mampu tumbuh 4,68 persen karena adanya kenaikan produksi nikel.

Selanjutnya, wilayah Maluku dan Papua ikut menyumbang penguatan pertumbuhan ekonomi karena terbantu oleh kenaikan produksi tembaga di Papua selama 2020.

Baca juga: Melambat, BPS: Inflasi Januari hanya 0,26 persen, dibayangi pandemi

Baca juga: BPS: IHPB sektor pertambangan dan galian naik paling tinggi


 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar