Banjir setinggi 1 meter masih genangi dua desa di Jombang

Banjir setinggi 1 meter masih genangi dua desa di Jombang

Warga membantu pengendara motor saat melintasi banjir di Jalan Nasional Surabaya-Madiun, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (4/2/2021). Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai avur Brawijaya di desa setempat mengakibatkan kemacetan sepanjang satu kilometer dan menggenangi puluhan rumah. ANTARA FOTO/Syaiful Arif.

Ini belum ada tanda surut, air juga deras sekali dan masuk ke rumah warga
Jombang (ANTARA) - Musibah banjir setinggi sekitar 1 meter masih menggenangi dua desa di Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, Kabupaten Jombang, Jaea Timut, setelah dua sungai besar di daerah itu tanggulnya jebol diterjang derasnya arus air.

"Ketinggian air masih 1 meter. Ini karena tanggul jebol di Sungai Konto yang hulunya dari Gunung Kelud (1.731 meter di atas permukaan laut). Ada dua sungai yang tanggulnya jebol di Desa Brangkal dan satunya lagi Desa Gondang Manis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo," kata Kepala Seksi Perlindungan Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinas Sosial Kabupaten Jombang Gunadi di Jombang, Jumat.

Ia mengatakan lebar tanggul jebol dari dua sungai itu masing-masing antara 4-5 meter. Musibah tanggul jebol itu terjadi pada Kamis (4/2) sore.

Baca juga: Banjir 1 meter, transportasi perbatasan RI-Malaysia alami macet total

Hingga kini, air hingga kini juga masih mengalir deras sehingga merendam rumah warga. Bahkan, ketinggian hingga kini masih 1 meter.

Ia menyebutkan hingga kini debit air belum turun signifikan, sehingga banjir pun masih melanda rumah warga. Terlebih jika dari hulu terjadi hujan turun dengan intensitas tinggi, dimungkinkan ketinggian air yang menggenang juga bisa naik.

"Ini belum ada tanda surut, air juga deras sekali dan masuk ke rumah warga," kata dia.

Baca juga: Warga Kudus mulai mengungsi akibat genangan banjir yang meningkat

Ia menambahkan kondisi banjir ini cukup parah. Jika sebelumnya, di desa itu juga pernah terjadi banjir, namun tidak separah tahun ini. Hal ini karena tanggul jebol sehingga air tidak mudah untuk dibendung.

Pihaknya mendata terdapat kurang lebih ribuan rumah warga yang terendam banjir tersebut. Terdapat kurang lebih 5.480 jiwa yang terdampak banjir yang terdiri dari dewasa dan anak-anak. Mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sehingga terhindar dari banjir.

Baca juga: Relawan perbaiki jembatan rusak dan buka kelas di Hulu Sungai Tengah

Sebelumnya, banjir juga sempat menggenangi jalan raya Jombang-Madiun. Ketinggian air awalnya sekitar 30 centimeter, namun untuk saat ini sudah mulai surut.

Aktivitas lalu lintas di jalur provinsi itu juga sempat terkendala, namun saat ini sudah mulai lancar. Kendaraan harus berjalan pelan karena genangan air itu. 

Baca juga: Gubernur Jatim bersiap teruskan pembangunan tanggul antisipasi banjir

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Logistik Pilkada Cilegon di PPK Jombang rusak terendam banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar