KLHK larang pembuangan limbah medis di TPA sampah rumah tangga

KLHK larang pembuangan limbah medis di TPA sampah rumah tangga

Karyawan melakukan proses pembakaran limbah medis dengan menggunakan mesin incinerator di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Jumat (26/6/2020). Dalam satu hari RSCM membakar kurang lebih satu ton limbah medis. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

melarang keras limbah B3 dari fasyankes atau limbah medis dibuang di TPA sampah rumah tangga
Jakarta (ANTARA) - Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan {KLHK) Rosa Vivien Ratnawati menegaskan bahwa limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan tidak boleh dibuang di tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah rumah tangga.

"Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya melarang keras limbah B3 dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) atau limbah medis dibuang di TPA sampah rumah tangga atau sejenis sampah rumah tangga," kata Vivien ketika dihubungi ANTARA via aplikasi pesan di Jakarta, Jumat.

Baca juga: KLHK perbanyak fasilitas pengolahan limbah medis

Sampah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit dan fasyankes, kata Vivien, harus dikelola dengan cara dimusnahkan di insinerator berizin milik rumah sakit dan diserahkan kepada pihak jasa pengelolaan limbah B3 yang sudah memiliki izin dari KLHK.

Selain itu, KLHK juga memberikan diskresi terhadap rumah sakit yang memiliki insinerator tapi masih dalam proses izin untuk digunakan dalam pemusnahan limbah medis selama pandemi COVID-19.

Baca juga: KLHK: Ada 6.417,95 ton timbulan limbah COVID-19 sampai awal Februari

Namun, persyaratan untuk menggunakannya adalah harus dilakukan dengan suhu ruang bakar minimal 800 derajat Celcius atau memakai "autoclave" dilengkapi pencacah. Pemusnahan limbah COVID-19 juga bisa dilakukan di pabrik semen.

Dia juga menegaskan bahwa KLHK telah meminta kepada pemerintah daerah untuk memastikan bahwa terjadi pencatatan rinci terkait limbah medis yang dihasilkan fasyankes.

Baca juga: Ombudsman dorong peningkatan kualitas pengelolaan limbah medis

"Dalam kaitan itu kepada gubernur dan bupati/wali kota untuk memastikan bahwa limbah B3 dari fasilitas pelayanan kesehatan masa pandemi ini terdata dan dilaporkan pengelolaannya kepada Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK," kata Vivien.

Sebelumnya, KLHK mencatat bahwa selama pandemi terjadi timbulan limbah medis COVID-19 sebanyak 6.417,95 ton, menurut data yang dikumpulkan dalam periode 19 Maret 2020-4 Februari 2021.

Baca juga: LIPI: Rekristalisasi bisa jadi solusi daur ulang sampah medis

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Selesaikan masalah sampah medis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar