Liga Inggris

Klub Manchester dan Merseyside bersatu kutuk rasisme di media sosial

Klub Manchester dan Merseyside bersatu kutuk rasisme di media sosial

Penyerang Manchester United Marcus Rashford meninggalkan lapangan karena cedera dalam laga putaran keempat Piala FA melawan Liverpool di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (24/1/2021). Rashford salah satu pemain yang mengalami rasisme online. ANTARA/REUTERS/POOL/Martin Rickett.

Kami mengutuk pelecehan rasis yang terus dialami oleh banyak pemain, ofisial, dan pendukung, yang terbaru di platform media sosial
Jakarta (ANTARA) - Manchester United, Manchester City, Liverpool dan Everton bergabung untuk mengutuk pelecehan rasial yang diderita oleh beberapa pemain, ofisial dan pendukung di media sosial.

Marcus Rashford, Axel Tuanzebe dan Anthony Martial dari United, Reece James dari Chelsea, Romaine Sawyers dari West Bromwich Albion, dan Alex Jankewitz dari Southampton termasuk di antara mereka yang menerima pelecehan rasis online dalam beberapa pekan terakhir.

Manchester United akan menjamu Everton pada Sabtu dan City melakukan perjalanan ke Liverpool pada Minggu, dan perwakilan keempat klub bertemu dengan Wali Kota Greater Manchester dan Wilayah Kota Liverpool untuk menunjukkan solidaritas.

Baca juga: Southampton lapor polisi soal kasus pelecehan rasial Alex Jankewitz

"Hari ini Manchester United, Everton, Manchester City dan Liverpool bersatu untuk mendukung Pekan Kesadaran Kejahatan Kebencian di Greater Manchester," kata klub dalam pernyataan bersama seperti dikutip Reuters, Sabtu.

"Kami mengutuk pelecehan rasis yang terus dialami oleh banyak pemain, ofisial, dan pendukung, yang terbaru di platform media sosial," kata pernyataan itu.

Baca juga: Leno: Pemain harus jadi panutan untuk perangi rasisme

Pemain top Inggris termasuk kapten Liverpool Jordan Henderson dan mantan pemain internasional Karen Carney membahas pelecehan dan diskriminasi online dengan menteri pemerintah bulan lalu.

Asosiasi Pesepak bola Profesional (PFA) mengatakan bahwa mereka yang mengirim pesan kasar harus dimintai pertanggungjawaban oleh pihak berwenang dan akun media sosial mereka diblokir.

"Kami bahu membahu mengatakan tidak ada ruang untuk rasisme, kebencian atau segala bentuk diskriminasi dalam permainan indah kami. Itu seharusnya tidak terjadi dan itu harus dihentikan," kata klub dan wali kota dalam pernyataan mereka.

Baca juga: FA akui komentar Cavani tak berbau rasisme meski sanksi tak dicabut
Baca juga: Rasisme satu-satunya penyakit saat ini, kata Raheem Sterling

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

30 Menit - Cara Kanada hadapi rasisme anti-Asia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar