Menteri KKP ingin lulusan sekolah perikanan bekerja di dalam negeri

Menteri KKP ingin lulusan sekolah perikanan bekerja di dalam negeri

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. ANTARA/HO-KKP/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menginginkan agar lulusan sekolah perikanan di berbagai daerah dapat bekerja untuk memberdayakan dan menyokong kinerja industri sektor kelautan dan perikanan dalam negeri.

"Lulusan-lulusan ini kita berdayakan di dalam negeri saja," kata Sakti Wahyu Trenggono dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia mengemukakan bahwa lulusan sekolah perikanan sebagai salah satu penyokong tegaknya industri perikanan nasional sehingga diharapkan lebih memilih bekerja di dalam negeri dibanding menjadi pekerja asing di luar negeri.

Selain bekerja di industri, ujar Trenggono, alumni sekolah perikanan juga didorongnya berwiraswata. Baik menekuni bidang penangkapan, budidaya, pemasaran maupun usaha pengolahan produk perikanan.

Baca juga: KKP dorong nelayan tingkatkan kesadaran keselamatan di atas kapal

Menurut dia, para alumni dapat memanfaatkan dana BLU yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) KKP.

Selain itu, lanjutnya, bantuan juga dapat diperoleh dari program dana kredit perbankan yang didukung pemerintah, yakni dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sebelumnya, KKP menyatakan bahwa seluruh satuan pendidikan termasuk sekolah vokasi di bawah binaan kementerian tersebut, mendorong penyiapan SDM kompeten guna turut mendukung produksi udang nasional.

Direktur Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Ilham dalam rilis di Jakarta, Rabu, menuturkan bahwa Program Kewirausahaan Taruna di Politeknik AUP sudah berjalan sejak 2018 dengan menghasilkan berbagai produk dan inovasi termasuk yang terkait dengan komoditas udang.

Baca juga: Menteri KKP optimistis ekspor tuna dari Ambon terus tumbuh

"Salah satu produk inovasi adalah LSA Bacteria yang akan diinkubasi di Unit Inkubator Politeknik AUP sebelum mereka bisa mandiri. LSA Bacteria mempunyai keunggulan meningkatkan nutrisi pakan sampai dengan 10 persen, mengoptimalkan kecernaan dan kesehatan udang," paparnya.

Selain itu, ujar dia, keunggulan lainnya inovasi tersebut adalah meningkatkan pertumbuhan dan memperbesar persentase kelangsungan hidup biota, dan mampu meningkat produksi sampai 3 ton per hektare, guna mendukung pengembangan usaha rintisan produksi udang.

Ia mengemukakan, telah pula dilaksanakan acara Panen Udang Vaname di Tambak Busmetik Politeknik AUP Kampus Serang, dengan total panen mencapai 3 ton di dua tambak, luas per tambak 600 meter persegi, ukuran panen 38-46 per kg, dan masa pemeliharaan 100 hari.

"Kegiatan ini merupakan hasil praktik sekaligus aksi nyata taruna-taruni dari skema pembelajaran berbasis Teaching Factory," katanya.

Seluruh satuan Pendidikan Kelautan dan Perikanan (KP) di bawah binaan KKP, menargetkan 10 persen lulusannya menjadi wirausaha muda.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Insan perhubungan di Ternate mendapat kesempatan vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar