Menhub cek bandara dan stasiun Semarang pascabanjir

Menhub cek bandara dan stasiun Semarang pascabanjir

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan Stasiun Tawang, Kota Semarang, pascabanjir. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng/am.

Semarang (ANTARA) -
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek kondisi Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan Stasiun Tawang, Kota Semarang, Minggu, pascadilanda banjir akibat curah hujan yang tinggi.

Saat tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Menhub menyempatkan diri mengecek secara langsung landasan pacu (runway) yang sebelumnya tergenang air dengan menggunakan kendaraan khusus.

Kendati demikian, pengecekan tidak berlangsung lama karena hujan deras. Rombongan Menhub bersama Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu kemudian melanjutkan pengecekan di Stasiun Tawang.

Baca juga: Semarang banjir, Menhub tinjau simpul-simpul transportasi

"Saya ke sini karena mendengar banjir yang melanda objek-objek vital (di Kota Semarang), maka saya ingin melihat secara langsung agar tindakan yang diambil nantinya bisa konkret," kata Menhub.

Menurut Menhub, banjir yang melanda Kota Semarang dikarenakan cuaca ekstrem dan rob yang tinggi, namun bencana ini dipastikan akan kembali terulang sehingga harus ada upaya untuk penyelesaiannya.

"Di bandara kami minta Kementerian PUPR membangun dam (penampung air). Istilahnya itu Q100 yang bisa menahan banjir selama 100 tahun. Selain itu, pendangkalan sungai-sungai saya minta dikeruk dan pembuatan tanggul untuk rob juga sudah berjalan," ujarnya.

Selain itu, Menhub juga meminta PT Angkasa Pura melakukan evaluasi penanganan banjir di bandara sebab dari kapasitas pompa yang sudah ada terbukti belum mampu mengatasi banjir.

Baca juga: Soal kecelakaan SJ 182, Menhub: Tidak ada upaya menutup-nutupi

"Kami minta besok mereka rapat dan segera dieksekusi. Untuk kereta api ini unik karena ini heritage sehingga tidak boleh mengubah. Maka tadi Pak Gubernur sudah menyampaikan, ada program PUPR tentang pengelolaan manajemen air di daerah sini, agar semua 'tercover'," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berterima kasih karena pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahanan Rakyat serta Kementerian Perhubungan telah turun membantu penanganan banjir di Kota Semarang.

"Kemarin Pak Basuki sudah 'ngecek', termasuk peran polder yang ada. Saya usulkan agar ditambah pompanya dan Pak Basuki sepakat. Ini sedang proses, mudah-mudahan bisa lebih cepat," ujarnya.

Termasuk penanganan di bandara Ahmad Yani Semarang dan Stasiun Tawang, lanjut Ganjar, Menhub sudah turun dan menyiapkan apa yang harus dilakukan.

"Tadi saya satu mobil dengan Pak Mehub dan diskusi banyak. Kami sepakat untuk di bandara segera dilakukan pengecekan kapasitas pompa yang ada apakah bisa menyelesaikan atau tidak. Tadi juga disepakati pak Dirjen SDA untuk membuat desain Q100 atau pengelolaan agar 100 tahun kawasan itu tahan menghadapi banjir," katanya.

Ganjar juga mengatakan sudah ada mekanisme yang akan dilakukan untuk menangani banjir di Stasiun Tawang sehingga pihaknya akan terus mendorong kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi dan kota dalam percepatan program itu.

"Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan saja, tapi sambil menunggu itu, kami minta semuanya siaga karena BMKG sudah mengingatkan cuaca ekstrem sampai seminggu," ujarnya.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar