Legislator dorong pemanfaatan EBT untuk capai target bauran energi

Legislator dorong pemanfaatan EBT untuk capai target bauran energi

Foto udara kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam rangka tercapainya target bauran energi.

“Kita harus dorong EBT dari kebijakan energi nasional yang sudah ditargetkan pemerintah tahun 2025 sebanyak 23 persen. Namun di sisi lain pada kenyataannya kontribusi EBT pada tahun 2021 baru mencapai 11 persen. Masih jauh dari target,” kata Mulyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Legislator tersebut mendorong agar sumber utama energi bahan bakar diperbaharui menjadi EBT, yakni bauran energi yang tidak akan habis dan bersih.

Menurut dia, saat ini pemanfaatan energi batu baru yang digunakan sudah hampir 70 persen lebih. Jika cadangan batu bara terus-menerus ditambang, maka akan habis.

Selain itu, biaya yang akan dikeluarkan akan menjadi mahal jika harus mengimpor BBM untuk kebutuhan dalam negeri.

Baca juga: DPR ingin RUU Energi Baru dan Terbarukan rampung tahun ini

“Menurut saya, kondisi seperti ini tidak boleh bertahan lama. Indonesia nanti akan kehabisan sumber energi yang menyebabkan kekurangan energi,” ujar Mulyanto.

Demi mencapai target yang diinginkan, ada sejumlah masalah yang dihadapi pemangku kepentingan terkait, seperti perlu adanya insentif untuk pengembangan EBT, kelembagaan yang belum kuat, serta teknologi yang masih lemah.

“Saya akan membahasnya dengan sebuah regulasi apa saja, kira-kira hal yang kita bisa bantu agar target pemerintah bisa tercapai,” kata Mulyanto.

Baca juga: Kementerian ESDM: EBT dalam bauran energi hanya capai 11,51 persen

Sebelumnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta jajaran-nya dan seluruh pihak terkait untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi energi baru terbarukan (EBT), seperti tenaga surya, angin, sampah biomassa dan hidroelektrik, yang ada di dalam negeri. Posisi geografis Indonesia, yang berada di garis khatulistiwa, memiliki potensi sumber tenaga surya yang berlimpah, kata Wapres. Namun, penggunaan energi surya tersebut belum banyak dimanfaatkan di sektor industri dan perumahan.

Untuk dapat mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan tersebut, Wapres mengatakan Indonesia dapat belajar dari negara-negara di Eropa.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Legislator dorong Bandung optimalkan anggaran penanganan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar