Brent dekati 60 dolar, terangkat pengurangan pasokan dan stimulus

Brent dekati 60 dolar, terangkat pengurangan pasokan dan stimulus

Ilustrasi - Rig minyak lepas pantai. ANTARA/Shutterstock/pri.

Laporan pekerjaan AS yang lemah mendorong harapan langkah-langkah stimulus lebih lanjut
Singapura (ANTARA) - Harga minyak naik di perdagangan Asia pada Senin pagi, dengan kontrak berjangka Brent mendekati 60 dolar AS per barel, didorong oleh pengurangan pasokan di antara produsen-produsen utama dan harapan atas langkah-langkah stimulus ekonomi AS lebih lanjut, yang akan meningkatkan permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April menyentuh tertinggi 59,95 dolar AS per barel dan berada di 59,85 dolar AS pada pukul 0041 GMT (07.41 WIB), naik 51 sen atau 0,9 persen. Harga bulan depan terakhir mencapai 60 dolar AS pada 20 Februari 2020.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 54 sen atau 1,0 persen menjadi 57,39 dolar AS per barel, tertinggi sejak Januari tahun lalu.

"Laporan pekerjaan AS yang lemah mendorong harapan langkah-langkah stimulus lebih lanjut," kata analis ANZ, menambahkan bahwa produk energi dan logam industri diuntungkan dari meningkatnya sentimen risiko di antara para investor, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Saham Asia dekati rekor tertinggi, minyak menuju 60 dolar

Dolar yang lebih lemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin, juga mendukung komoditas, dengan komoditas dalam denominasi dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, janji Arab Saudi untuk pengurangan pasokan tambahan pada Februari dan Maret didukung oleh pengurangan oleh anggota lain dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, membantu menyeimbangkan pasar global.

Sebagai tanda bahwa pasokan cepat sedang mengetat, selisih Brent enam bulan menetap di 2,33 dolar AS pada Jumat (5/2/2021) setelah mencapai tertinggi 2,44 dolar AS, terlebar dalam setahun.

Namun, harga minyak mentah yang lebih kuat mendorong produsen AS untuk meningkatkan produksi, sementara penguncian antivirus corona di beberapa bagian Eropa dan Asia membatasi permintaan bahan bakar, kata para analis.

Hitungan rig minyak AS, indikator awal produksi di masa depan, naik ke level tertinggi sejak Mei pekan lalu, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes Co.

Baca juga: Harga minyak sentuh tertinggi satu tahun, Brent dekati 60 dolar
Baca juga: Minyak naik, terangkat data ekonomi positif dan pengetatan pasokan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KPBB menilai harga BBM terlalu mahal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar