RSUD Undata mulai layani donor plasma konvalesen untuk pasien COVID-19

RSUD Undata mulai layani donor plasma konvalesen untuk pasien COVID-19

Salah satu dokter melayani eks pasien COVID-19 yang akan melakukan donor plasma darah konvalesen di RSUD Undata di Kota Palu Provinsi Sulteng beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Ansyar Praja/am.

Palu (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai melayani donor plasma darah konvalesen untuk membantu penyembuhan pasien yang terinfeksi COVID-19.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata dr Amsyar Praja mengemukakan bahwa donor plasma darah konvalesen untuk pengobatan pasien COVID-19 tersebut hanya bisa dilakukan oleh pasien COVID-19 yang dinyatakan telah sembuh.

"Alat (donornya) baru diinstalasi, Sumber Daya Manusia (SDM) baru dilatih. Sekarang alatnya sudah siap tinggal mencari yang mau mendonor," katanya kepada ANTARA, Senin.

Selain itu ia menyebut donor plasma konvalesen hanya dapat dilakukan oleh eks pasien COVID-19 yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien COVID-19 yang membutuhkan donor itu.

Baca juga: Istri pasien positif COVID-19 di Kota Palu diisolasi di RSUD Undata

Baca juga: SMKN 5 Palu produksi 200 APD COVID-19 pesanan RS Undata


Lebih bagus lagi jika eks pasien COVID-19 tersebut sudah biasa mendonorkan darahnya.

"Jadi tidak bisa sembarangan orang mendonor. Sekalipun dia pernah terpapar COVID-19. Donor plasma konvalesen ini bagi pasien COVID-19 yang kondisi kesehatannya kritis maupun sedang," ujarnya.

Ia menambahkan sudah ada beberapa orang yang mendonor saat alat bantuan Kementerian Kesehatan itu mulai diuji coba belum lama ini, namun pihaknya masih sangat membutuhkan pendonor.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng dr. I Komang Adi Sujendra mengatakan saat ini alat donor plasma darah konvalesen baru tersedia di RSUD Undata.

"Alatnya sudah ada dan baru ada di RSUD Undata," ujarnya.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin meresmikan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen, sebagai salah satu cara pengobatan pasien penderita COVID-19 dengan gejala berat dan kritis, di Jakarta, Senin (18/1).

Wapres berharap Gerakan Nasional tersebut dapat membantu menekan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia lewat aksi peduli kemanusiaan antarsesama dalam membantu menyelamatkan nyawa pasien.

Di kondisi pandemik COVID-19 saat ini, dimana angka kasus semakin meningkat di berbagai negara termasuk Indonesia, solidaritas tinggi menjadi hal yang harus dijunjung oleh semua masyarakat.

Plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari eks penderita COVID-19, karena mengandung antibodi SARS-CoV-2, untuk kemudian plasma tersebut diproses agar dapat didonorkan.

Terapi plasma konvalesen salah satu metode terapi tambahan yang dapat mengobati pasien COVID-19 dengan gejala berat dan kritis. Terapi tersebut merupakan konsep imunisasi pasif melalui donor plasma darah yang mengandung antibodi SARS-Cov-2 kepada penderita COVID-19 dengan gejala berat dan kritis.*

Baca juga: Menkes: Pelayanan rumah sakit wajib kedepankan kepuasan pasien

Baca juga: 26 pasien RSUD Undata Palu dititipkan di halaman Polda


Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KLHK amankan truk bermuatan material tambang dari TNLL

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar