Pengungsi banjir terpapar COVID-19 disiapkan tenda khusus

Pengungsi banjir terpapar COVID-19 disiapkan tenda khusus

Pekerja menyiapkan tempat isolasi di Gedung Balai Latihan Kesenian Jakarta Pusat, Sabtu (23/1/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww

 tenda yang ada bilik-biliknya
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan tenda khusus untuk pengungsi banjir yang terpapar COVID-19.

"Bila ada pengungsi yang punya permasalahan dengan COVID-19, kami sudah siapkan untuk mereka tenda yang ada bilik-biliknya," kata Anies dalam diskusi daring yang diselenggarakan Jaringan Masyarakat Siber Indonesia, di Jakarta, Senin.

Anies mengatakan ada 100 tenda khusus untuk penanganan Covid-19 untuk pengungsi banjir maupun bencana alam lainnya di Ibu Kota.

"Itu salah satu yang khas," ucapnya.

Anies Baswedan meminta warga Jakarta tetap mematuhi protokol kesehatan menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci atau 3M setiap saat, terutama saat musim hujan seperti sekarang.

Baca juga: 13 pintu air di DKI Jakarta Siaga III

"Tapi intinya sama, kurangi mobilitas, interaksi langsung," ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat hujan yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya telah menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah titik.

Berdasarkan data BPBD Provinsi DKI Jakarta, hingga pukul 12.00 WIB, Senin (8/2), total terdapat 42 RW dan 150 RT yang terkena dampak banjir, tersebar di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Persentase RT terkenda dampak ini sebesar 0,492 persen dari total RT di Jakarta sebanyak 30.470 RT.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Sabdo Kurnianto memaparkan, untuk wilayah Jakarta Selatan, meliputi 4 Kecamatan dan 7 Kelurahan, 17 RW dan 38 RT dengan ketinggian 40-190 cm. Adapun jumlah pengungsi sebanyak 30 kepala keluarga (KK) dengan total 304 jiwa.

Baca juga: Tinggi banjir di Cililitan sentuh atap rumah sebagian warga

Sedangkan, untuk Jakarta Timur, meliputi 25 RW dan 112 RT dengan ketinggian 40-275 cm. Adapun jumlah pengungsi sebanyak 193 KK dengan total 725 jiwa dan sebanyak 14 lokasi pengungsian telah digunakan.

"Tingginya curah hujan di hulu, menyebabkan luapan Kali Sunter dan Kali Ciliwung. Jadi, warga yang tinggal di sekitar Kali terkena dampak luapan tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pengerahan petugas sudah dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Damkar, dan PPSU Kelurahan agar air cepat surut. Sedangkan, untuk hujan lokal di daerah Jakarta, dampak genangannya sudah surut," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, BPBD Provinsi DKI Jakarta juga telah mendistribusikan sejumlah bantuan, yaitu ban dalam/pelampung, matras, selimut, masker kain, air mineral dan kebutuhan anak.

BPBD Provinsi DKI Jakarta pun sudah mengeluarkan panduan kesiapsiagaan menghadapi banjir bagi masyarakat yang dapat diunduh melalui https://bit.ly/PanduanKesiapsiagaanMenghadapiBanjirJakarta.

Baca juga: PMI Jaksel dirikan dapur umum untuk warga terdampak banjir

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tebing turap di Batuampar amblas akibat luapan banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar