Peru memulai program imunisasi COVID-19 dengan vaksin Sinopharm

Peru memulai program imunisasi COVID-19 dengan vaksin Sinopharm

Anggota keluarga membawa peti jenazah seorang pria yang meninggal akibat terinfeksi virus corona (COVID-19) di sebuah pemakaman di Lima, Peru, Rabu (27/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Angela Ponce/RWA/djo

Lima (ANTARA) - Peru meluncurkan program imunisasi COVID-19 pada Selasa dengan vaksin Sinopharm China yang baru tiba.

Program vaksinasi COVID dengan vaksin buatan China itu dimulai ketika negara Amerika Selatan itu berjuang untuk mengendalikan gelombang kedua infeksi virus corona yang ganas yang telah memaksa pelaksanaan penguncian di ibu kota Lima.

Para petugas kesehatan di Peru memulai program di unit perawatan intensif Rumah Sakit Arzobispo Loayza di Lima di mana staf medis dijadwalkan untuk menerima 300.000 dosis pertama vaksin yang diberikan oleh Sinopharm pada Minggu (7/2), kata pihak berwenang.

Peru, yang terperosok dalam krisis politik tahun lalu, awalnya tertinggal dari negara-negara tetangganya yang lebih kaya dan telah mengunci kesepakatan untuk pasokan vaksin COVID-19.

Baca juga: Sinopharm, Pfizer ajukan izin pakai vaksin COVID-19 di Peru
Baca juga: Peru izinkan Sinopharm melanjutkan uji coba vaksin COVID-19


Namun, sejak itu Peru telah menandatangani perjanjian penyediaan vaksin dengan beberapa produsen, yakni Pfizer yang berbasis di AS, perusahaan Inggris-Swedia AstraZeneca dan Sinopharm.

Selain itu, Peru juga dijadwalkan untuk menerima vaksin COVID melalui program COVAX Organisasi Kesehatan Dunia.

Negara tersebut berencana untuk segera mulai mengimunisasi satu juta petugas kesehatan, polisi dan personel militer, di antara kelompok prioritas lainnya, dalam putaran pertama vaksinasi yang kemungkinan akan berlangsung hingga Maret, kata pemerintah.

Peru kemudian akan memvaksin 5,3 juta orang lanjut usia, orang dengan masalah kesehatan bawaan dan komunitas pribuminya.

Kesepakatan Peru dengan Sinopharm menjamin negara itu untuk mendapatkan 38 juta dosis vaksin COVID. Sejumlah 700.000 dosis baru diharapkan tiba pada Minggu (14/2), kata pejabat kesehatan.

Kasus infeksi virus corona telah melonjak di Peru tahun ini, yang membuat rumah sakit dan sistem perawatan kesehatan negara itu mengalami beban yang melewati batas.

Pihak berwenang Peru pun telah mendeteksi virus corona varian Brazil dan Inggris, kata para pejabat.

Peru sejauh ini telah mencatat hampir 1,2 juta kasus COVID-19 dan 42.400 kematian akibat infeksi virus corona.

Sumber: Reuters

Baca juga: Peru amankan kontrak pembelian 20 juta vaksin COVID Pfizer
Baca juga: Peru kunci total 10 negara bagian di tengah gelombang kedua COVID

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dugaan B1351 turunkan efikasi, Kemenkes terus akselerasi vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar