Banjir rendam rumah 1.155 KK di Keerom Papua

Banjir rendam rumah 1.155 KK  di Keerom Papua

Anggota Polres Keerom turut membagikan bantuan ke warga yang terdampak banjir.(ANTARA/HO/Polres Keerom

"Untuk menuju Keerom harus melintas dari Yoka karena air yang meluap melewati jembatan"...
Jayapura (ANTARA) - Banjir yang hingga kini masih merendam sejumlah kawasan di Kabupaten Keerom, Papua, menyebabkan rumah 1.155 yang dihuni kepala keluarga atau sekitar 4.700 jiwa terendam banjir.
 
Pejabat Sekda Keerom Irwan kepada ANTARA di Jayapura, Rabu petang mengaku jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah mengingat wilayah yang terendam banjir makin meluas.
 
Sebagian besar warga enggan untuk mengungsi ke lokasi yang disediakan Pemda Keerom yakni di gedung pramuka karena khawatir bila rumahnya ditinggal.
 
Diakui, warga yang rumahnya terendam banjir memilih mengungsi disekitar pemukimannya atau tetap didalam rumah.
 
Akibatnya petugas dari TNI-Polri lah yang berkeliling membawa bantuan berupa makanan langsung santap yang dimasak didapur umum karena warga tidak lagi bisa memasak akibat seluruh persediaan pangan miliknya terendam.
Baca juga: Jalan Trans Papua arah Keerom terputus akibat tergenang air
Baca juga: Tim SAR bantu evakuasi warga korban banjir di Keerom
 
Saat ini akses jalan ke berbagai wilayah di Keerom makin sulit akibat kendaraan khususnya roda empat sudah tidak bisa lagi melintas melalui jalan utama.
 
"Untuk menuju Keerom harus melintas dari Yoka karena air yang meluap melewati jembatan dilaporkan deras, " kata Irwan yang juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan Keerom.
 
Ketika ditanya tentang persediaan logistik, Irwan mengaku saat ini mulai menipis akibat dapur umum harus menyiapkan sebanyak 18.000 bungkus nasi beserta lauknya sehari.
 
Memang kami sangat membutuhkan bantuan bahan makanan dan pakaian layak pakai karena sudah yang terendam banjir serta air minum.
 
Untuk mencapai wilayah Keerom disarankan melewati Yoka dan melintasi bagian dalam Arso yang jaraknya relatif lebih jauh, tambah Irwan.
 

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar