Ratusan hektare pertanian di Banyuwangi terpapar abu Gunung Raung

Ratusan hektare pertanian di Banyuwangi terpapar abu Gunung Raung

Petani menunjukkan tanaman seledri yang terdampak abu vulkanik Gunung Raung di Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (9/2/2021). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/rwa. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)

Biasanya, hasil panen di saat masa letusan gunung akan turun, salah satunya akibat keasaman (ph) tanah yang turun
Banyuwangi (ANTARA) - Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terpapar abu letusan Gunung Raung yang sejak beberapa hari terakhir menyemburkan abu vulkanik.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan paparan abu vulkanik gunung api yang terletak di perbatasan Banyuwangi, Jember, dan Kabupaten Bondowoso itu melanda beberapa wilayah sentra pertanian.

"Ada beberapa tanaman hortikultura di kantong-kantong pangan Banyuwangi yang terpapar abu vulkani letusan Gunung Raung, yakni di Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Songgon dan Kecamatan Sempu, luasnya mencapai 440 hektare," katanya di Banyuwangi, Rabu.

Ia menyebutkan, komoditas di lahan pertanian yang terpapar abu vulkani di antaranya, padi, bawang putih, bawang merah, bawang daun, petai atau sawi, cabe besar, cabe rawit, mentimun, labu siam, tomat, kacang panjang, buncis, terong dan semangka.


Baca juga: Bandara Banyuwangi tutup sementara akibat debu letusan Gunung Raung

"Tapi hujan abu ini tidak terlalu masalah karena terjadi saat intensitas hujan di Banyuwangi cukup tinggi. Jadi, abu yang menempel pada tanaman terbilas oleh guyuran hujan," ujarnya.

Arief menyatakan bahwa dalam jangka panjang abu vulkanik akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesuburan tanah. Namun, lanjut dia, yang perlu diperhatikan adalah dampak jangka pendek yang berpengaruh pada produktivitas lahan pertanian.

"Biasanya, hasil panen di saat masa letusan gunung akan turun, salah satunya akibat keasaman (ph) tanah yang turun akibat penumpukan abu vulkanik di tanah berakibat penurunan produktivitas lahan. Di sisi lain, abu vulkanik ini dapat mengusir hama serangga atau gulma karena makhluk hidup tersebut tidak dapat hidup dalam keadaan terlalu asam," ujarnya.


Baca juga: Abu Gunung Raung mulai hujani Banyuwangi

Arief mengaku telah menurunkan petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk melakukan pemantauan rutin di lahan pertanian petani terdampak abu vulkanik Gunung Raung.

"Pada umumnya petani sudah tahu apa yang harus dilakukan, mereka bisa memanfaatkan PPL pertanian untuk berkonsultasi," katanya.

Meskipun terdampak guyuran abu vulkanik, namun Arief Setiawan memastikan stok beras dan sayur-sayuran di Banyuwangi masih tercukupi.


Baca juga: Luas areal tanaman padi 2020 di Banyuwangi lampaui target

Baca juga: Salak Banyuwangi diekspor perdana ke Hongkong saat pandemi COVID-19

Pewarta: Masuki M. Astro/Novi Husdinariyanto
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Masyarakat Banyuwangi diimbau waspadai bahaya abu vulkanik Gunung Raung 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar