Bulu tangkis

Jelang tur Eropa, bulu tangkis ganda putra tingkatkan daya tahan otot

Jelang tur Eropa, bulu tangkis ganda putra tingkatkan daya tahan otot

Arsip - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo mengembalikan kok arah lawannya pebulu tangkis Jepang Yuta Watanabe dan Hiroyuki Endo pada pertandingan final ganda putra All England di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020). ANTARA FOTO/Action Images via Reuters/Andrew Boyers/aww.

Jakarta (ANTARA) - Kepala pelatih timnas bulu tangkis ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi mengatakan jelang dimulainya tur kejuaraan di Eropa pada Maret, fokus latihan anak asuhnya saat ini adalah meningkatkan daya tahan otot, baik tangan maupun kaki.

Pria yang akrab dipanggil Herry IP itu menyebutkan ada enam pasangan yang sudah disiapkan termasuk kembalinya pasangan nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, kemudian Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

“Ada tiga turnamen yang akan diikuti di Eropa, yakni Swiss Open, German Open dan All England. Dari evaluasi tur Asia kemarin, memang kita masih kurang daya tahan ototnya. Jadi program latihan di minggu pertama ini lebih ditekankan pada peningkatan daya tahan otot, baik tangan dan juga kaki,” kata Herry dalam pernyataan resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Baca juga: PBSI keluarkan daftar anggota skuat Merah Putih di All England
Baca juga: Hafiz/Gloria harus kerja keras di Eropa agar lolos Olimpiade Tokyo


Lebih lanjut, terkait strategi permainan, pelatih berusia 58 tahun itu mengaku sengaja menurunkan tiga pasangan andalan, yakni Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian hanya untuk dua kejuaraan, yaitu German Open dan All England.

“Saya memang hanya menurunkan tiga pasangan itu di German Open dan All England karena kalau ikut ke Swiss juga akan sulit mengatur performa puncak mereka. Target utama sudah pasti All England. Sedangkan, di Jerman namanya target antara, apapun hasilnya, ya sudah,” ujar Herry.

Dari segi persiapan, sambung dia, Ahsan/Hendra, Marcus/Kevin dan Fajar/Rian berbeda-beda. Ahsan/Hendra lebih ditekankan untuk menjaga kondisi fisik agar tidak mudah cedera, namun tetap harus ada peningkatan performa walaupun tidak terlalu signifikan.

“Untuk Marcus/Kevin dan Fajar/Rian, selain daya tahan, kondisi fisik mereka juga harus ditingkatkan. Marcus/Kevin sudah satu tahun tidak bertanding, jadi harus merasakan lagi aura pertandingan. Begitu juga Fajar/Rian, harus bisa menemukan kembali sentuhan mereka yang sempat hilang. Makanya saya turunkan mereka di Jerman,” tutur Herry.

Di sisi lain, pelatih kelahiran Pangkal Pinang itu menegaskan bahwa dia belum mau memasang target yang terlampau tinggi bagi tiga pasangan muda meskipun mereka tampil apik di Thailand pada Januari lalu.

“Untuk Leo/Daniel, Pram/Yeremia dan Bagas/Fikri yang terpenting sekarang adalah menambah jam terbang dan pengalaman mereka melawan pemain top dunia. Biar berproses dulu. Tetapi, secara garis besar, pola permainan mereka sudah benar, sudah bagus dan sudah sesuai dengan apa yang saya harapkan walaupun masih banyak yang harus diperbaiki,” pungkas Herry IP.

Baca juga: Nova Widianto ungkap kondisi terkini Praveen Jordan
Baca juga: PBSI tarik lima atlet di tiga sektor dari turnamen Swiss Open
Baca juga: PBSI tingkatkan intensitas latihan atlet jelang tur Eropa


Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menpora harap kasus All England tak terulang pada turnamen lain

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar