Temui Menteri KKP, HNSI Tegal sebut siap ganti alat tangkap ikan

Temui Menteri KKP, HNSI Tegal sebut siap ganti alat tangkap ikan

Foto aerial kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Rabu (8/1/2020). Menurut Menko Polhukam Mahfud MD, pemerintah akan memfasilitasi segala hal yang diperlukan bagi para nelayan Pantura untuk melaut di perairan Natuna Utara, termasuk perizinan dan kapal. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal telah menemui Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan menyatakan siap mengganti dan menggunakan alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan.

"Kami 15.000 nelayan siap berubah dan mengganti alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Kami akan deklarasikan. Kami siap diatur," kata Ketua HNSI Kota Tegal Riswanto dalam siaran pers KKP di Jakarta, Jumat.

Ketua HNSI Kota Tegal Riswanto telah beraudiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di kantor KKP, Jakarta, 11 Februari.

Dalam pertemuan itu ikut serta Wakil Walikota Tegal Muhammad Jumadi Idris beserta jajarannya mendampingi para nelayan.

"Semoga kita bisa selalu berkolaborasi dan bersinergi untuk sama-sama dalam menyejahterakan nelayan,” ujar Riswanto di depan Menteri Trenggono.

Tak hanya mendukung rencana KKP mengatur penggunaan API, Riswanto juga bercerita tentang pelaksanaan asuransi bagi nelayan dengan kegunaan yang menyeluruh.

Ia mengutarakan harapannya agar regulasi yang akan dikeluarkan oleh KKP akan mensejahterakan nelayan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Trenggono memang mengajak nelayan pesisir Kota Tegal untuk beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan demi keberlanjutan lingkungan.

Ia pun mengatakan akan memikirkan kesejahteraan nelayan, salah satunya dengan rencana penerapan program asuransi untuk nelayan yang menyeluruh, meliputi asuransi kesehatan, kecelakaan, dan jaminan hari tua.

“Dunia semakin berkembang. Indonesia pun selalu berkembang. Kita tidak boleh overfishing. Kita akan ganti alat tangkap yang berbahaya bagi lingkungan menjadi alat tangkap yang lebih ramah lingkungan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan.

Menteri Trenggono menginginkan adanya saling pengertian antara berbagai belah pihak.

Selain membahas penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan, Menteri Trenggono juga menaruh perhatian pada pengembangan kawasan pelabuhan Tegal.

Ia mengajak pemerintah kota Tegal dan nelayan untuk mengembangkan kawasan pelabuhan yang lebih baik agar menjadi pelabuhan yang memiliki berbagai fungsi di dalamnya, salah satunya untuk pariwisata.

Wakil Walikota Kota Tegal Jumadi Idris mendukung adanya gagasan tersebut. Ia berharap dapat melakukan pengembangan terhadap pelabuhan Kota Tegal agar dapat menjadi salah satu daya tarik dari wilayahnya.
 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

TKN Jokowi-Amin bahas cantrang dengan nelayan Pantura

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar