Menkes Brazil sebut virus COVID varian Amazon tiga kali lebih menular

Menkes Brazil sebut virus COVID varian Amazon tiga kali lebih menular

Dokumentasi: Seorang karyawan bekerja di bagian pembotolan di mana Coronavac, vaksin SinoVac untuk penyakit virus corona (COVID-19) akan diproduksi di pusat biomedis Brazil, Butantan Institute, di Sao Paulo, Brazil, Selasa (22/12/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Amanda Perobelli/hp/cfo/am.

Puji Tuhan, kami menerima berita dari analisis bahwa vaksin-vaksin tersebut masih mempunyai efek terhadap varian ini. Namun (varian) ini lebih menular. Menurut analisis kami, tiga kali lebih menular,
Brasilia (ANTARA) - Varian virus corona yang teridentifikasi di wilayah Amazon Brazil kemungkinan tiga kali lipat lebih menular namun analisis awal menunjukkan bahwa vaksin yang ada saat ini masih efektif melawannya, kata Menteri Kesehatan Eduardo Pazuello, Kamis (11/2)--tanpa menyertakan bukti.

Di bawah tekanan ketika varian baru itu menyerang kota Manaus dengan gelombang kedua infeksi, Pazuello berupaya meyakinkan legislator bahwa lonjakan kasus dalam beberapa bulan belakangan memang tidak terduga namun masih di dalam kendali.

Ia, dalam rapat Senat, juga menyampaikan bahwa Brazil akan memvaksin setengah dari populasi yang memenuhi syarat per Juni tahun ini dan sisanya per akhir tahun.

Baca juga: Kurang data, Persetujuan Brazil untuk vaksin Sputnik V tertunda
Baca juga: Pakar cukup puas hasil uji Sinovac di Brazil


Brazil memulai vaksinasi dengan vaksin COVID-19 Sinovac asal China dan AstraZeneca asal Inggris sejak tiga pekan lalu. Pazuello tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana efektivitas keduanya melawan varian Amazon dianalisis.

"Puji Tuhan, kami menerima berita dari analisis bahwa vaksin-vaksin tersebut masih mempunyai efek terhadap varian ini. Namun (varian) ini lebih menular. Menurut analisis kami, tiga kali lebih menular," kata Pazuello.

Kementerian Kesehatan, yang belum merilis informasi mengenai hasil analisis, belum memberikan komentarnya hingga berita ini diturunkan.

Institut Butantan di Sai Paulo, yang bermitra dengan Sinovac untuk pengujian dan produksi vaksin, menyebut dalam penyataan bahwa pihaknya telah memulai kajian tentang varian Manaus Amazon, namun belum dapat mempunyai kesimpulan hingga dua pekan mendatang.

Sementara pusat biomedis Fiocruz di Rio de Janeiro, yang bermitra dengan AstraZeneca, menyatakan bahwa pihaknya tengah mempelajari efikasi vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford itu terhadap varian Amazon, dengan telah mengirimkan sampel ke Oxford dan kini menunggu hasilnya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Brazil izinkan penggunaan darurat vaksin COVID uji luar negeri
Baca juga: Produsen vaksin AstraZeneca ajukan persetujuan penuh di Brazil

Penerjemah: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

25 orang tewas dalam penggerebekan polisi paling kejam di Brazil

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar