Universitas Oxford akan uji respons vaksin COVID pada anak-anak

Universitas Oxford akan uji respons vaksin COVID pada anak-anak

Dokumentasi - Sebuah vial dari Universitas Oxford / AstraZeneca COVID-19 vaksin terlihat di Lochee Health Center di Dundee, Skotlandia, Inggris 4 Januari 2021. ANTARA/Andy Buchanan / Pool via REUTERS /File Photo/pri. (REUTERS/POOL)

London (ANTARA) - Universitas Oxford telah meluncurkan penelitian untuk menilai keamanan dan respons kekebalan dari vaksin COVID-19 yang telah dikembangkannya dengan AstraZeneca Plc pada anak-anak untuk pertama kalinya, kata universitas itu, Sabtu.

Uji coba baru tahap tengah itu akan menentukan apakah vaksin COVID-19 buatan Oxford bersama AstraZenenca itu efektif untuk digunakan pada orang berusia antara 6 hingga 17 tahun, menurut pernyataan yang dikirim universitas tersebut melalui surat elektronik.

Sekitar 300 relawan akan terdaftar dan inokulasi pertama diharapkan dilakukan pada bulan (Februari) ini, kata Oxford.

Vaksin COVID-19 dua-dosis buatan Oxford/AstraZeneca telah dielu-elukan sebagai 'vaksin untuk dunia' karena lebih murah dan lebih mudah didistribusikan daripada beberapa vaksin pesaingnya.

AstraZeneca menargetkan produksi 3 miliar dosis vaksin tahun ini dan bermaksud untuk memproduksi lebih dari 200 juta dosis per bulan hingga April.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Edisi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar