Pola hidup sehat dan vaksinasi cegah kanker pada anak

Pola hidup sehat dan vaksinasi cegah kanker pada anak

Tangkapan layar - Dokter spesialis anak dr. Haridini Intan S. Mandi, Sp.A(K) dalam konferensi pers BNPB untuk memperingati Hari Kanker Anak Internasional di Jakarta, Senin (15/2/2021). ANTARA/Tangkapan lyar Youtube BNPB/pri.

datang lebih awal agar hasilnya akan lebih baik, karena kanker itu bisa diobati
Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak dr. Haridini Intan S. Mandi, Sp.A(K) mendorong para orang tua untuk memastikan pola hidup sehat dan melakukan vaksinasi bagi anak untuk mencegah timbulnya penyakit kanker pada mereka.

"Jadi untuk orang tua, untuk mencegah kanker pada anak seperti biasa saja (dengan, red.) menjalani hidup sehat," kata Haridini yang juga Kepala Staf Medis Fungsional Anak/Kepala Bidang Medis RS Kanker Dharmais dalam konferensi pers BNPB untuk memperingati Hari Kanker Anak Internasional di Jakarta, Senin.

Menurut Childhood Cancer International (CCI), 80 persen dari anak penderita kanker tinggal di negara miskin dan berkembang, termasuk Indonesia, di mana tingkat kelangsungan hidup mereka hanya mencapai 20 persen.

Banyaknya kasus kanker pada anak tersebut, menurut dia, disebabkan oleh kurangnya kesadaran para orang tua untuk memastikan lingkungan yang sehat bagi anak.

Oleh karena itu, di Hari Kanker Anak Internasional, Haridini ingin mengingatkan kepada orang tua bahwa pola hidup sehat dan memastikan lingkungan yang sehat bagi anak itu mutlak perlu diupayakan agar anak terhindar dari kemungkinan terkena kanker.

Untuk menjamin lingkungan yang sehat diperlukan pola hidup yang sehat bagi anak, termasuk perlunya anak untuk mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang serta olahraga secara teratur.

Baca juga: PMI Makassar apresiasi YKAKI-TSM himpun anak penderita kanker

Untuk memastikan itu, orang tua juga perlu menjauhkan anak dari paparan lingkungan yang tidak sehat, seperti rokok dan bahkan paparan sinar Matahari yang berlebihan.

Iia juga menekankan pentingnya vaksinasi pada usia yang tepat untuk berbagai infeksi yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

"Jadi vaksinasi, imunisasi itu harus tetap dilakukan. Kalau ada yang imunisasi di puskesmas semuanya itu jangan khawatir karena semua itu sudah melalui penelitian," katanya.

Bahkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kata Haridini, mengutip penelitian di luar negeri yang menyebutkan bahwa vaksinasi influenza dan juga vaksinasi pneumonia sudah dianggap bisa menghambat terjadinya infeksi virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit COVID-19.

"Jadi silakan (lakukan vaksinasi, red.). Begitu juga untuk pasien-pasien yang sudah menyelesaikan pengobatan atau kemoterapi, setelah pengobatan enam bulan kemudian, silakan itu dimulai vaksinasi, imunisasi," kata dia.

Haridini menjelaskan bahwa penyakit kanker dapat diobati, tetapi upaya pencegahan akan lebih baik untuk menghindari munculnya penyakit itu dari awal.

Bagi orang tua yang anaknya telah menderita kanker, ia mengajak mereka untuk tetap semangat dan terus mendukung pengobatan bagi anak mereka agar penyakitnya dapat segera disembuhkan.

"Jadi kita harus tetap semangat menjalani pengobatan (bagi anak, red.), cepat datang berobat, terus mengikuti pengobatan dan datang lebih awal agar hasilnya akan lebih baik, karena kanker itu bisa diobati," demikian Haridini.

Baca juga: Anak penderita kanker juga butuh nutrisi seimbang
Baca juga: Ahli gizi: Sebagian besar kanker dipicu pola hidup yang salah

Pewarta: Katriana
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komunitas Taufan jadi penjaga harapan anak-anak penyintas kanker

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar