Mata air muncul di dekat pengungsian warga setelah gempa Majene

Mata air muncul di dekat pengungsian warga setelah gempa Majene

Sebuah mata air muncul didekat pengungsian warga desa Mekkatta Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Provinsi Sulbar setelah gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Majene dan Mamuju, (15/01/2021). ANTARA Foto/M Faisal Hanapi.

Sumur yang digali relawan sudah kering dan tidak bisa membantu warga
Majene (ANTARA) - Mata air muncul di dekat lokasi pengungsian warga Desa Mekkatta Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Provinsi Sulbar setelah gempa bumi mengguncang wilayah itu.

"Mata air ditemukan warga pengungsi di Dusun Samalio Desa Mekkatta Kecamatan Malunda Kabupaten Majene setelah gempa bermagnitudo 6,2," kata relawan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kabupaten Majene, Hermadi di Majene, Senin.

Ia mengatakan dengan adanya mata air yang muncul setelah gempa tersebut maka pengungsi memiliki harapan untuk mendapatkan air bersih.

Baca juga: BMKG: Gempa Sulbar masuk dalam periode pascaseismik

"Relawan FPPI, Yanmarindo dan Perempuan Mandar, segera membangun instalasi darurat dari mata air tersebut untuk dialirkan ke lokasi pengungsi gempa di Dusun Samalio Desa Makkatta," katanya.

Menurut dia, ratusan KK yang selama ini kesulitan air bersih, akan memiliki harapan mendapatkan air bersih dari mata air itu guna memenuhi kebutuhan air bersih.

Ia mengatakan mata air yang ditemukan di gunung tersebut dapat dialirkan tanpa menggunakan mesin dan bisa dengan instalasi pipa ledeng.

"Sumur yang digali relawan sudah kering dan tidak bisa membantu warga memenuhi kebutuhan air, sementara air sungai juga kering dan keruh, sehingga dengan adanya air ini akan membantu pengungsi," katanya.

Baca juga: BMKG: Ada gempa pembuka sebelum terjadi gempa Sulbar

Ia berharap bantuan dari relawan untuk membantu pengungsi di sejumlah titik lainnya di pengungsian, karena air bersih masih dibutuhkan para penyintas gempa karena selama ini masih kesulitan.

Jumlah pengungsi di Sulbar secara keseluruhan mencapai 91.003 jiwa. Jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Kabupaten Mamuju, sebanyak 58.123 orang, Kabupaten Majene 25.737 orang, sementara pengungsi Kabupaten Polman sebanyak 5.343 orang.

Baca juga: BMKG sebut daerah Sulawesi masuk dalam kawasan rawan gempa

Menurut dia, untuk data korban meninggal dunia sebanyak 105 orang, dengan rincian 95 orang di Kabupaten Mamuju, 10 orang di Kabupaten Majene.

Sementara untuk data kerusakan rumah, terbanyak di Kabupaten Mamuju sebanyak 11.422, kerusakan tersebut terdiri dari rusak ringan sebanyak 5.527, rusak sedang sebanyak 3.844, dan rusak berat sebanyak 2.051.

Sedangkan di Kabupaten Majene, rumah rumah rusak sebanyak 5.929, terdiri dari 1.656 rusak ringan, 1.538 rusak sedang dan 2.735 rusak berat.

Baca juga: BMKG: Gempa Majene meluruh, warga bisa kembali ke rumah



 

Pewarta: M.Faisal Hanapi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar