Roby Geisha yakin industri musik tidak mati karena pandemi

Roby Geisha yakin industri musik tidak mati karena pandemi

Grup band Geisha. ANTARA/Handout/aa

Jakarta (ANTARA) - Roby Satria yang juga dikenal sebagai gitaris band Geisha meyakini bahwa industri musik tidak akan mati karena pandemi COVID-19.

Menurut Roby, para musisi dan pelaku industri musik menunjukkan semangat kreativitas dengan adaptasi baru untuk bertahan di masa pandemi.

"Kalau aku rasa, musik tidak akan pernah mati ya. Jadi pasti akan ada solusi, pasti akan ada cara bagaimana kita bisa eksis meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas," kata Roby dalam jumpa pers virtual peluncuran lagu baru Geisha "Rencana Hebat", Senin (15/2).

Baca juga: Geisha rasakan kehadiran Nike Ardilla

Roby mencontohkan bahwa masa pandemi ini justru menjadi peluang bagi para pencipta lagu dan juga komposer musik seperti dirinya untuk meraup pundi rupiah melalui layanan musik digital.

Meskipun pertunjukan langsung belum dapat dilakukan, namun keberadaan layanan digital menjadi salah satu peluang bagi musisi untuk memanfaatkannya.

Roby mengatakan bahwa penikmat musik di masa pandemi ini cenderung mendengarkan karya lagu dengan memanfaatkan layanan musik digital yang sudah sangat beragam.

"Setahun pandemi pasti industri musik akan lebih baik. Bagaimana caranya misalkan kita sebagai pencipta lagu atau komposer mendapatkan hak yang lebih banyak lagi karena lebih banyak yang streaming lagu kita," ujar Roby.

Baca juga: Virus corona dan kreativitas musisi Indonesia

Bahkan Roby melihat bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam industri musik, seperti konser juga akan tetap menjadi kebiasaan meskipun pandemi COVID-19 sudah hilang.

"Aku sih kepikiran gini mungkin setelah pandemi nanti, kita asumsikan pandemi sudah selesai. Kita berharap nanti penonton bisa dapat dua opsi untuk pemilihan tiket, pertama dateng langsung ke venue atau menonton secara virtual," imbuh Roby.

Direktur Industri Musik, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan Kemenparekraf Amin Abdullah mengatakan bahwa pandemi COVID-19 membawa dampak besar bagi para pelaku industri musik karena berkurangnya kesempatan menggelar pertunjukan langsung.

Untuk itu, Amin mengatakan bahwa pihaknya mendorong musisi dan para pelaku di industri musik untuk secara kreatif memanfaatkan teknologi digital di masa pandemi ini.

Amin mengatakan bahwa teknologi digital dapat dimanfaatkan musisi untuk produksi musik dari rumah hingga mendistribusikannya langsung ke penyedia layanan musik digital atau media sosial tanpa perlu bertatap muka.

Kemenparekraf, menurut Amin, juga tengah fokus membangun sektor ekonomi digital dalam bidang industri hiburan, salah satunya di sektor musik dengan fokus pada tiga hal utama seperti produk kreatif yang unggul di musik, transformasi digital, dan entrepreneurship para musisi.

Baca juga: Spotify sebut lagu "santai" makin populer di tengah isolasi diri

Baca juga: JOOX karaoke populer selama pandemik corona

Baca juga: "Clubbing online", cara penikmat dugem nikmati dunia malam saat corona

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Puncak Gundaling, destinasi wisata persinggahan menuju kawasan Danau Toba

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar